Dandrem Kupang Akan Proses Hukum Oknum TNI yang Aniaya Siswa SD di Rote

  • Bagikan
ilustrasi aniaya
Ilustrasi Aniaya (Istockphoto/stevanovicigor)

EXPONTT.COM – Pasca diamankan karena menganiaya siswa SD, oknum anggota TNI yang bertugas di Kodim 1627 Rote Ndao berinisial AOK alias A akan diproses hukum.

Hal ini diungkap Dandrem 161/Wira Sakti Brigjen Legowo WR Jatmiko.

Menurut Jatmiko, kasus penganiayaan tersebut kini tengah ditindaklanjuti oleh pihaknya.

“Sudah kita tindaklanjuti dan anggota kita proses hukum oleh Denpom Kupang,” tegas Jatmiko dikutip dari Kompas.com.

Baca juga: Siswa SD di Rote Dituduh Curi HP, Dianiaya Oknum Anggota TNI Hingga Pingsan

Sementara itu korban penganiayaan berinisial PS, siswa SD kelas IV asal Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain Kabupaten Rote Ndao, sudah diobati di rumah sakit.

“Selain itu, sudah ada perdamaian dengan cara bayar adat (sanksi adat),” kata Jatmiko.

Terhadap kejadian itu Jatmiko pun mengimbau kepada anggotanya agar menyelesaikan masalah dengan cara persuasif.

Pihaknya juga telah melakukan sejumlah evaluasi terhadap kinerja anggotanya.

Baca juga: Polda NTT Bakal Tindak Tegas Pemain Harga PCR

“Setiap Jumat sore ada evaluasi kegiatan selama satu minggu. Kemudian ada penekanan dan imbauan tentang kejadian-kejadian yang terjadi. Apabila terjadi pelanggaran hukum akan diproses hukum oleh Denpom Kupang,” kata dia.

Sebelumnya diberitakan, PS, siswa kelas IV sekolah dasar (SD) di Kelurahan Metina, Kecamatan Lobalain, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur (NTT), diduga dianiaya oknum anggota TNI berinisial AOK alias A.

PS harus mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ba’a karena diduga dianiaya hingga pingsan.

Ayah PS, Joni Seuk mengatakan, anaknya dijemput AOK dan oknum anggota TNI lain berinisial B pada Kamis 19 Agustus 2021 sekitar pukul 19.00 WITA.

Baca juga: Petani di Malaka Nekat Rudapksa Keponakan Sendiri, Polisi: Korban Punya Keterbelakangan Mental

Mereka membawa PS ke sebuah rumah di Kelurahan Metina. Di sana, kata Joni, kedua oknum tentara itu menganiaya anaknya.

“Anak saya dituduh mencuri HP (Ponsel) milik AOK,” ujar Joni kepada sejumlah wartawan, Sabtu 21 Agustus 2021.

  • Bagikan