BMKG Catat Terjadi 241 Kali Gempa Susulan di Laut Flores, 346 Rumah Rusak, 770 Orang Mengungsi

  • Bagikan
ilustrasi gempa

EXPONTT.COM – Pasca gempa tektonik bermagnitudo 7,4 di Flores, Nusa Tenggara Timur, pada Selasa 14 Desember 2021, pukul 11.20 WITA,tercatat telah terjadi 241 gempa susulan hingga Rabu 15 Desember 2021 pukul 04.20 WITA.

“Sudah terjadi 241 kali gempa susulan yang kita catat,” jelas bserver Stasiun Geofisika Waingapu, Nelson Butar Butar, Rabu pagi.

Sementara itu untuk laporan mengenai kerusakan dan korban jiwa, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan, sebanyak 346 rumah rusak dan 770 warga mengungsi akibat gempa bermagnitudo 7,4 di Kabupaten Flores Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), Selasa 14 Desember 2021. Angka itu berdasarkan data per pukul 22.15 WIB.

Dikutip dari keterangan resmi BNPB, dari 346 rumah yang rusak, 134 berstatus rusak berat dan 212 rusak ringan.

Baca juga: Jenazah Tahanan yang Tewas di Sumba Barat Dimakamkan, Kapolres Akui Adanya Penganiayaan

Selain tempat tinggal penduduk, gempa juga merusak tiga gedung sekolah, dua tempat ibadah, satu rumah jabatan kepala desa, dan satu pelabuhan.

Menurut BNPB, daerah yang paling banyak melaporkan kerusakan bangunan adalah Kabupaten Kepulauan Selayar, Sulawesi Selatan.

Sebanyak 770 orang pengungsi dilaporkan oleh BPBD Kabupaten Sikka, NTT. Perinciannya, 320 orang mengungsi di Kantor DPRD Kabupaten Sikka, 150 orang di Gedung SIC, dan 330 lainnya berdiam di aula rumah jabatan Bupati Sikka.

BNPB menyebutkan, belum ada catatan tentang kematian akibat gempa tersebut. Namun, ada tujuh orang terluka yaitu enam warga Kabupaten Selayar dan seorang warga Kabupaten Manggarai, NTT.

Baca juga: Flores Timur Diguncang Gempa Magnitudo 7,4, BMKG: Berpotensi Tsunami

Sebelumnya, dua jam setelah gempa bermagnitudo 7,4 yang mengguncang Larantuka dan daerah-daerah di pulau Flores, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)  telah mencabut peringatan dini tsunami.

Masyarakat boleh kembali ke rumah masing-masing, namun tetap mewaspadai gempa susulan.

“Masyarakat yang melakukan evakuasi mandiri dapat kembali ke rumah masing-masing, namun tetap waspada gempa susulan,” kata Koordinator Observasi Stasiun Geofisika Kupang Tri U Wibowo kepada wartawan, Selasa 14 Desember 2021.
digtara.com

Baca juga:Istri Tersangka RB Jalani Pemeriksaan Ketiga di Polsek Alak

  • Bagikan