EXPONTT.COM – Peningkatan tajam angka penderita Demam Berdarah Dengue di Nusa Tenggara Timur (NTT) masih terus terjadi.
Bahkan dua kabupaten, yakni Kabupaten Sumba Barat Daya dan Kabupaten Ngada menetapkan DBD sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB)
Peningkatan kasus DBD di dua kabupaten tersebut sangat tinggi bahkan tercatat kasus kematian akibat DBD.
Baca juga: Dua Mahasiswa Undana Asal Sumba Dikeroyok Sejumlah Pemuda Mabuk di Kos-kosan
Epidemiologi Dinas Kesehatan NTT, Acep Effendi Kamis Maret 2022 menjelaskan, pihaknya telah menerima informasi bahwa pemerintah Kabupaten Sumba Barat Daya dan Ngada telah menetapkan DBD sebagai kejadian luar biasa.
“Penetapan kejadian luar biasa demam berdarah dari dua kepala daerah ini karena angka penderita dan meninggal dunia meningkat dari periode sebelumnya,” ungkap Effendi.
Efendi menyebut, total kasus DBD di Kabupaten Sumba Barat Daya pada periode Januari hingga Maret 2022 berjumlah 164 kasus dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia.
Baca juga: Kronologi Pria di Ngada Bacok Ayah Mertua Gara-gara Hewan Ternak, Tangan Korban Nyaris Putus
Sedangkan di Kabupaten Ngada tercatat 61 kasus dan 3 orang dinyatakan meninggal dunia akibat DBD per Januari hingga Maret 2022.
Acep Effendi menambahkan, total kasus DBD di NTT sejak Januari hingga Maret 2022, sebanyak 1.513 dengan 12 kasus kematian yang tersebar di 21 kabupaten dan kota di NTT.
Dibandingkan periode yang sama di tahun 2021, maka jumlah kasus DBD di NTT terjadi peningkatan yakni sebanyak 94 persen hingga tahun 2022.
Baca juga: Erik Rede Tegaskan Tidak Ada SK Pembatalan Pelantikan Dirinya Sebagai Wakil Bupati Ende
“Kami imbau masyarakat untuk mencegah penyebaran jentik nyamuk dengan buang sampah pada tempatnya,” katanya.
Dilansir dari telisik.id, berikut data jumlah pasien DBD yang dirawat di rumah sakit:
1. Kota Kupang: 257 penderita.
2. Kabupaten Kupang: 22 penderita.
3. Timor Tengah Selatan: 50 penderita.
4. Timor Tengah Utara: 24 penderita.
5. Kabupaten Belu: 101 penderita.
6. Kabupaten Flores Timur: 35 penderita.
7. Kabupaten Lembata: 99 penderita.
8. Kabupaten Ende: 9 penderita.
9. Kabupaten Sikka: 187 penderita.
10. Kabupaten Ngada: 61 penderita.
11. Kabupaten Nagekeo: 28 penderita.
12. Kabupaten Manggarai: 35 penderita.
13. Manggarai Barat 247: penderita.
14. Kabupaten Sumba Timur: 55 penderita.
15. Kabupaten Sumba Barat: 31 penderita.
16. Kabupaten Sumba Barat Daya: 168 penderita.
17. Kabupaten Sumba Tengah: 8 penderita.
18. Kabupaten Sabu Raijua: 41 penderita.
19. Kabupaten Malaka: 43 penderita.
20. Manggarai Timur: 10 penderita.
21. Rote Ndao: 2 penderita.
♦telisik.id
Baca juga: 2 Minggu Tak Keluar Rumah, Pria di Sikka Ditemukan Tewas membusuk








