Meski Ditolak Masyarakat, Pemprov NTT Tetap Akan Naikan Tarif Masuk ke Pulau Komodo

Punahnya Komodo di Pulau Padar akibat mata rantai komodo dihabisi serta kegiatan perburuan liar dan pembakaran kawasan di sekitar Pulau Padar. (ANTARA Foto/Ist)

EXPONTT.COM – Meski mendapatkan penolakan dari masyarakat, hingga didemo, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) tetap memberlakukan tiket masuk ke Pulau Komodo dan Pulau Padar menjadi Rp.3,75 juta yang akan mulai berlaku pada 1 Agustus 2022.

“Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat menghargai aspirasi masyarakat yang menolak terhadap kenaikan tiket masuk sebesar Rp3,75 juta ke Pulau Komodo dan Pulau Padar. Semua aspirasi kami kaji namun tentu pemberlakuan tarif baru masuk ke Komodo tetap dilakukan pada 1 Agustus karena sudah melalui kajian yang matang,” kata Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Nusa Tenggara Timur, Sony Zeth Libing di Kupang, Selasa, 19 Juli 2022.

Menurut Sony Pememerintah Provinsi NTT memiliki visi besar dibalik pemberlakuan tarif baru masuk Pulau Komodo, yakni menjaga Komodo dan ekosistemnya agar tetap lestari.

Baca juga:Jenazah Korban Penembakan KKB Asal Manggarai Tiba di Rumah Duka

“Kami harus melakukan antisipasi lebih awal sebelum terjadi persoalan yang lebih luas yang terjadi di pada habitat Komodo dan ekosistemnya, ” kata Sony.

Menurutnya wisata yang berkelanjutan harus dilakukan dengan menjaga Komodo sebagai aset wisata yang menjadi daya pikat wisatawan secara berkelanjutan, sehingga harus dilakukan konservasi terhadap kawasan Pulau Komodo.

Menurut dia, apabila kawasan itu tidak dijaga secara baik maka suatu saat ekosistem dan Komodo akan terganggu.

“Hal itulah yang menjadi pertimbangan Pemerintah NTT untuk menetapkan tarif masuk ke Pulau Komodo dan Padar sebesar Rp3,75 juta agar ekosistem di daerah itu tetap terjaga secara baik,” tegasnya.♦medcom.id

Baca juga:Polisi di Kota Kupang Diserang Saat Hendak Menangkap Pencuri Anjing