Kronologi Pria Asal Belu Ditangkap Saat Pelatihan Satpam di Kupang, Imbas Pukul Polisi Pakai Kursi di Pesta

ilustrasi ditangkap polisi

EXPONTT.COM FM (27) warga Dusun Kuantitas, Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, Kabupaten Belu ditangkap aparat Kepolisian Resor Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). 

FM diamankan pihak kepolisian karena diduga menganiaya David Daner Dalung (36), anggota Kepolisian Resor Belu.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Kepolisian Daerah NTT (Polda NTT) Komisaris Besar (Kombes Pol) Ariasandy yang dikutip dari Kompas.com mengatakan, pelaku diamankan saat mengikuti pelatihan satpam di gedung Pramuka, Kota Kupang.

Baca juga: Jenazah Pria Terbakar yang Ditemukan di Liliba Kupang Belum Teridentifikasi, Tunggu Hasil Tes DNA

“Pelaku diamankan Rabu 10 Agustus 2022 saat mengikuti pelatihan satpam di gedung Pramuka Jalan Adisucipto Penfui, Kota Kupang,” jelas Kombes Ariasandy.

Sementara kasus pemukulan terhadap korban terjadi pada 25 Juni 2022 di sebuah pesta di Dusun Kuanitas, Desa Leuntolu, Kecamatan Raimanuk, pada pukul 02.30 Wita.

Peristiwa bermula saat korban dan rekannya, Marselinus Klau dan Jefri Kawe dan beberapa keluarga pengantin sedang duduk bercerita di depan rumah Heri Mauk.

Baca juga: Ferdy Sambo Minta Maaf Lewat Surat, Begini Isi Lengkapnya

Mereka duduk sambil memantau undangan yang sedang berjoget di dalam tenda. Tak berselang lama, keributan pun terjadi dalam tenda acara nikah tersebut.

“Remaja putri yang berada di dalam tenda berlari keluar menuju tempat duduk korban disusul sekelompok pemuda yang berlarian mengejar sambil memukul dan menendang seorang pemuda,” ujarnya.

Pemuda yang dikejar dan dipukul terjatuh di dekat korban. Ketika pemuda tersebut jatuh tertidur di tanah, sejumlah pemuda yang mengejarnya pun memukul dan menendangnya berulang kali.

Baca juga: Identitas Perempuan Muda yang Hendak Loncat di Jembatan Liliba Terungkap, Seorang Dokter Asal Jakarta?

Korban yang melihat kejadian tersebut spontan menegur dan melerai pengeroyokan tersebut. FM kemudian berteriak agar para pemuda menghentikan aksinya.

Korban pun mengangkat pemuda yang terjatuh untuk diselamatkan.

Namun, FM tiba-tiba mengambil kursi plastik dan memukul korban di dahi yang mengakibatkan dahi korban mengalami luka robek dan berdarah.

Setelah memukul korban, FM langsung melarikan diri. Korban lalu dibawa masuk ke rumah Heri Mauk untuk mendapatkan pengobatan.

Namun, korban akhirnya dilarikan ke Rumah Sakit Marianum Halilulik Kabupaten Belu untuk mendapatkan perawatan medis karena luka di dahinya lebar dan terus berdarah.

Kasus itu, lalu dilaporkan ke Kepolisian Resor Belu. Setelah menerima laporan, polisi lalu menyelidiki kasus itu, dengan memeriksa sejumlah saksi mata.

“Pelaku Ferdi Manek rupanya kabur ke Kupang dan mengikuti pelatihan Satpam,” kata Ariasandy.

Setelah mengetahui keberadaan pelaku, polisi lalu menangkap dan membawanya ke Belu untuk proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku saat ini sudah ditahan dan akan diproses hukum,” pungkasnya. (*/Kompas.com)