Simak Cara Pemadanan NIK Menjadi NPWP, Dapat Dilakukan Sendiri

grafis: djponline.pajak.go.id

EXPONTT.COM – Sehubungan dengan kebijakan penggunaan NIK sebagai NPWP bagi Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi Penduduk Indonesia, saat ini WP sudah dapat melakukan sendiri aktivasi NIK menjadi NPWP.

Aktivasi NIK dilakukan dengan memvalidasi data dan informasi Wajib Pajak melalui laman DJP Online.

Selain proses validasi mandiri yang dilakukan oleh WP, validasi juga dilakukan DJP melalui pemadanan data dan informasi yang dimiliki oleh DJP dan Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil).

Baca juga:Kepala Kanwil DJP Nusa Tenggara: Realisasi Penerimaan Pajak NTT Tahun 2022 Lampaui Target

Fungsional Penyuluh Pajak Ahli Pertama KPP Pratama Kupang, Jupiter Heidelberg Siburian menjelaskan tujuan pemadanan NIK menjadi NPWP dilakukan agar dapat memberikan keadilan dan kepastian hukum.

Selain itu pemadanan NIK menjadi NPWP juga bertujuan untuk memberikan kesetaraan serta mewujudkan administrasi perpajakan yang efektif dan efisien bagi Wajib Pajak. Yang terakhir, pemadanan NIK menjadi NPWP dilakukan untuk mendukung kebijakan satu data Indonesia dengan mengatur pencantuman nomor identitas tunggal.

“NPWP format lama masih dapat digunakan hingga 31 Desember 2023. Mulai 1 Januari 2024, NPWP format baru digunakan untuk seluruh layanan administrasi perpajakan dan layanan lain yang membutuhkan NPWP,” jelas Jupiter.

WP dapat memadankan datanya secara mandiri melalui laman djponline.pajak.go.id dengan memilih menu profil dan apabila WP sudah yakin dengan data yang ada pada laman profilnya, maka dapat klik tombol validasi.

Nantinya, WP dengan data yang sudah padan dapat langsung menggunakan NIK sebagai NPWP. Namun, bagi WP yang datanya belum padan, WP harus melakukan pemutakhiran sampai data menjadi valid.

Baca juga: 208.490 Wajib Pajak Sudah Lakukan Pemadanan NIK Jadi NPWP

Berikut adalah cara validasi NIK dan NPWP melalui laman djponline.pajak.go.id:

1. Masukkan NPWP;

2. Masukkan Password;

3. Masukkan kode keamanan;

4. Tekan tombol login;

5. Pilih tab “Profil”;

6. Pilih “Data Profil”;

7. Isikan NIK sesuai dengan e-KTP;

8. Tekan Validasi;

9. Jika hasil pemadanan data NIK sesuai dengan data Dukcapil, maka akan muncul notifikasi “data ditemukan”. Tekan OK untuk melanjutkan;

10. Lanjutkn dengan menekan “Ubah Profil”;

11. Lengkapi kolom “Data Lainnya”;

12. Periksa kembali pengisian alamat dan lengkapi data yang masih kosong (jika ada). Tekan “Ubah Profil”;

13. Lanjutkan ke kolom “Data KLU”;

14. Lengkapi data KLU sesuai dengan pekerjaan yang dimiliki. Tekan “Ubah Profil” jika terdapat data yang diubah;

15. Lanjutkan ke kolom “Anggota Keluarga”;

16. Terakhir, lengkapi data anggota keluarga sesuai dengan data dalam Kartu Keluarga. Cek validitas masing-masing isian dengan melengkapi tombol Aksi Lengkapi. Tekan “Ubah Profil”.

Demikianlah tata cara validasi NIK dan NPWP melalui DJP Online. Direktur Jenderal Pajak mengimbau kepada WP untuk melakukan update mandiri terkait data dan informasi tersebut karena identitas WP pasti lebih megetahui identitas dari WP masing-masing.

Harapannya, proses validasi ini dapat sekaligus meng-update data dan informasi WP yang ada di DJP.♦gor

Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News