Pusat Study Jasa Konstruksi merupakan langkah pertama yang akan dilakukan pihaknya adalah membuat kajian akademik untuk memberikan masukan kepada Pemerintah Provinsi NTT dalam rangka mengembangkan jasa konstruksi di daerah ini.
Langkah kedua, lanjutnya, akan pengembangan dalam bentuk pelatihan-pelatihan termasuk juga menerima konsultasi dari pihak penyedia maupun pengguna jasa konstruksi.
“Konsultasi baik dari asosiasi perusahaan, asosiasi profesi termasuk akademisi. Inilah tempat kita belajar untuk bisa memberikan kontribusi bagi masyarakat jasa konstruksi sebagai bagian dari tugas pengabdian masyarakat,” ungkapnya.
Baca juga: Kronologi Truk di Sumba Timur Tabrak Tebing, 1 Tewas 12 Luka-Luka
Sementara itu Ketua LPJK Nasional, Taufik Widjoyono, mengatakan pusat studi sangat penting karena tugasnya yang pertama adalah mencerahkan masyarakat dunia jasa konstruksi yang terdiri dari akademisi, asosiasi, badan usaha dan juga asosiasi profesi.
“Yang kedua, karena di perguruan tinggi, harapannya bisa menggunakan temuan di lapangan untuk menghubungkan pembelajaran dengan praktek di kampus,” jelasnya.
Selanjutnya, yang ketiga, pemda butuh partner untuk bisa menggerakkan dunia konstruksi untuk mengawasi dan membina.
Baca juga: Oknum Pol PP Cabul di Alor Ditetapkan Jadi Tersangka, Begini Kronologinya Menurut Pelaku
Rektor UCB, Prof. Dr. Frans Salesman, mengatakan mengapresiasi hadirnya Pusat Studi Jasa Konstruksi karena merupakan bagian dari Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni pengabdian masyarakat.
“Pusat studi ini juga akan membantu pemerintah dalam Feasibility Study proyek-proyek, karena disini terhimpun banyak ahli didalamnya yang akan secara kolaboratif melakukan riset pada bidang jasa konstruksi,” ungkapnya.♦gor
Baca juga: Kronologi Wanita Tinggalkan Suami Demi Mantan Kekasih Sehari Setelah Menikah, Ternyata..
Ikuti berita dari EXPONTT.com di Google News








