Ini Hasil Lengkap RUPS Bank NTT, Komisaris Hingga Direktur Diganti

Kantor Bank NTT Pusat

EXPONTT.COM, KUPANG – Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) dan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS LB) Tahun 2024 yang telah dilaksanakan di Aula Fernandes Kantor Gubernur NTT di Kupang, Rabu, 8 Mei 2024, secara resmi menetapkan pemberhentian dan penetapan jajaran pengurus Bank NTT.

Dalam RUPS LB yang dipimpin oleh Penjabat Gubernur NTT sebagai Pemegang Saham Pengendali Seri A ini, setidaknya, enam pengurus Bank NTT, mulai dari komisaris utama hingga direktur diganti.

Dijajaran komisaris, Juvenile Djojana yang sebelumnya menduduki jabatan Komisaris Utama Bank NTT diberhentikan dan digantikan oleh Kosmas Lana. Komisaris independen Samuel Djo diberhentikan dan digantikan oleh Aloysius Liliweri. sedangkan Komisaris Independen Frans Gana tetap dipertahankan.

Baca juga: Ganti Pengurus Bank NTT, Penjabat Gubernur Kabur Usai RUPS Tanpa Penjelasan

Sementara dijajaran Direksi Bank NTT, Direktur Utama Harry Alexander Riwu Kaho diberhentikan dan Yohanis Landu Praing ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama.

Direktur Kredit Stefen Messakh diberhentikan, Hilarius Minggu ditunjuk sebagai Plt Direktur Kredit.

Direktur Dana yang sebelumnya dijabat oleh Yohanes Landu Praing digantikan oleh Hilarius Minggu.

Direktur IT & Operasional yang sebelumnya dijabat oleh Hillarius Minggu digantikan oleh Yohanis Landu Praing dan Direktur Kepatuhan tetap dijabat oleh Christofel Adoe.

Baca juga: Profil Plt. Dirut Bank NTT Yohanes Landu Praing, Berkarir Lebih dari 20 Tahun

Pergantian pengurus ini disetujui oleh 72,32 persen mayoritas pemegang saham yang terdiri Pemegang Saham Pengendali Seri A dan dihadiri oleh Bupati, Penjabat Bupati dan Penjabat Walikota se-NTT sebagai Pemegang Saham Seri A serta Pemegang Saham Seri B.  turut hadir pula Dewan Komisaris, Direksi, KAP dan Notaris.

Pemberhentian dan pergantian pengurus berlaku efektif sejak ditutupnya RUPS LB. Adapun, Komisaris dan Direksi yang diberhentikan telah diberikan kesempatan untuk menyampaikan tanggapan.

Selain pergantian komisaris dan direksi, dalam RUPS LB juga menyetujui untuk memproses lanjut rencana Pembentukkan KUB (Kelompok Usaha Bank) bersama Bank DKI, sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap menyiapkan opsi alternatif.

Baca juga: Alex Riwu Kaho Diganti, Yohanes Landu Praing Jadi Plt. Dirut Bank NTT

Sementara dalam RUPS yang digelar sebelum RUPS LB para pemegang saham juga menyepakati sejumlah poin krusial, diantaranya:

1. Menerima dengan catatan, laporan Direksi dan Komisaris secara voledig acquit et de charge kepada Dewan Komisaris dan Direksi Perseroan atas tindakan pengurusan dan pengawasan yang dilakukan dalam tahun buku yang berakhir tanggal 31 Desember 2023, sepanjang tindakan tersebut bukan merupakan tindak pidana dan telah tercermin dalam laporan tersebut.

Catatan yang disampaikan Para Pemegang Saham antara lain menyangkut Penurunan Laba bersih sebesar 51 persen pada tahun buku 2023, biaya Cadangan Kerugian Penurunan Nilai (CKPN) Rp 208 miliar yang secara signifikan menggerus laba tahun 2023, Kredit hapus buku yang terus meningkat dengan saldo Rp 369 miliar per tahun 2023, Non Performing Loan (NPL) yang meningkat, pengelolaan kredit macet yang masih perlu ditingkatkan, serta kepengurusan dan pengawasan yang masih perlu diperkuat.

2. Atas laba bersih 2023 senilai Rp 110 miliar, 87,5 persen-nya akan dibagikan sebagai dividen dan 12,5 persen-nya sebagai cadangan umum

3. RUPS juga meminta untuk menindaklanjuti arahan RUPS LB 27 November 2023, khususnya mengenai audit komprehensif atau investigatif.♦Humas Bank NTT

Baca juga: Pertumbuhan Ekonomi NTT Triwulan I 2024 yang Paling Rendah Se-Bali Nusra