Tinggal Di Dalam Kasih Tuhan

Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk - Ka SMPK Frateran Ndao - Ende

♦Renungan oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, Bhk

 

 

SEMANGAT PAGI, Sudahkah anda mengawali hari baru ini dengan doa dan ucapan syukur kepada Tuhan? Dan apakah anda sudah memberikan senyum, sapa, salam, sopan dan santun kepada sesama orang terdekat kita dan mereka yang kita jumpai di hari ini? Jangan lupa untuk selalu bahagia. Dan semoga hari mu indah dan menyenangkan!

Pada hari ini gereja katolik sejagat merayakan Pesta Santo Matias, Rasul. Dan renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 15: 9 – 17, yakni tentang Perintah Supaya Saling Mengasihi. Dan untuk bisa saling mengasihi, maka ada syaratnya, yakni menuruti perintah Tuhan. Dan jika kita sudah menuruti perintah Nya, maka kita akan tinggal di dalam kasih Nya. Dengan kita tinggal di dalam kasih Nya, maka kita akan memiliki kasih Tuhan. Dan ketika kita sudah memiliki kasih Tuhan di dalam diri kita, maka kita baru bisa berbagi kasih dengan sesama. Artinya kasih yang kita miliki adalah kasih yang kita terima dari Allah, yang telah terlebih dahulu mengasihi kita. Dengan demikian, kita hanyalah saluran Kasih Allah. Atau kita hanyalah tanda kasih Allah.

Bahwa Allah yang adalah kasih, hadir dalam diri kita, saat kita berbagi kasih. Oleh karena itu, kita harus selalu sadar bahwa dimana pun kita menebarkan kasih dan cinta, di sana Allah hadir atau “Ubi Caritas Et Amor, Deus Ubi Est”. Jadi, mari kita menebarkan kasih kepada sesama, dan bukan kebencian, bukan fitnah, bukan permusuhan, bukan pertengkaran, bukan percekcokan, bukan hoax, dan bukan gosip murahan. Sebab, jika itu yang kita tebarkan, maka kita tidak tinggal di dalam kasih Allah, melainkan kita tinggal di dalam iblis atau setan atau beelzebul.

Akhirnya, tinggallah di dalam kasih Tuhan, agar kita memiliki kasih dan agar kita bisa menebarkan kasih kepada sesama. Semoga demikian.