ChildFund International dari Tiga Negara Belajar Penerapan Swipe Save dari SMP Negeri 12 Kupang

ChildFund International dari Tiga Negara Belajar Penerapan Swipe Save dari SMP Negeri 12 Kupang

EXPONTT.COM, KUPANG – Perwakilan ChildFund dari tiga negara, yakni Filipina, India dan Timor Leste, melihat secara langsung penerapan program Swipe Safe di Sekolah Menegah Pertama (SMP) Negeri 12 Kupang, Kamis, 16 Mei 2024.

Swipe Safe merupakan sebuah paket pelatihan yang dikembangkan oleh ChildFund Australia khusus untuk melatih anak-anak dan remaja di negara-negara berkembang untuk menjalani aktivitas dengan aman dan bijak saat online.

Kepala SMP Negeri 12 Kupang, Elisabeth Lensi, mengatakan, sekolahnya telah bekerja sama dengan ChildFund selama kurang lebih empat tahun untuk sekolah anti bully atau perundungan termasuk program Swipe Safe. “Kerja sama sudah kita lakukan dalam empat tahun dan jalan terus selama ini,” jelasnya.

Baca juga: LMS dan STEAM Jadi Keunggulan Kompetitif dan Keunggulan Komparatif SMAKN Ende

Lensi mengatakan, ChildFund telah berulang kali turun ke sekolahnya untuk mencari tahu lebih dekat kurikilum yang telah dipadukan dengan anti bully.

Baca juga:  Wali Kota Kupang Janji Perbaiki Kolam Airnona Tahun 2026

“Saya berharap sekolah ini bisa menjadi sekolah ramah anak kedepannya, yang membuat anak merasa nyaman ketika mereka berada di sekolah,” ujarnya.

Spesialis Perlindungan Anak dan Advokasi ChilFund Filipina, Allan Nunes dalam forum mengaku sangat bersyukur dengan pengalaman yang telah dibagikan oleh siswa dan siswi serta guru SMP Negeri 12 terkait Swipe Safe saat diskusi.

Baca juga: Pemilik Warung Ratu Sari Ungkap Cara Oknum Bapenda Kota Kupang Gelapkan Setoran Pajak

Allan juga mengucapkan terima kasih kepada para siswa/siswi yang telah berbagi pengalaman sebagai korban perundungan hingga bagaimana cara menghadapinya.

Atas: seorang siswi SMP Negeri 12 Kupang saat sedang menyampaikan pengalaman menghadapi perundungan dialaminya. Bawah: Allan Nunez, Spesialis Perlindungan Anak dan Advikasi, ChildFund Filipina / foto: Gorby Rumung
Baca juga:  Pemprov NTT Cairkan THR ASN, Total Rp 96,4 Miliar

Dirinya menyebut akan menerapkan segala hal-hal baik yang telah didapatkannnya dari sharing para siswa terkait program Swipe Safe di negaranya nanti.

“ChildFund Filipina saat ini tengah dalam proses pembuatan panduan untuk pelaksanaan program untuk teman-teman mitra dan memasukan kegiatan online safety ini dalam program yang tengah didesain,” jelasnya.

Sementara itu, Pramaningtyas Sarce Margareth, Direktur Program ChildFund Timor Leste, mengatakan, saat ini Negara Timor Leste telah memulai kerja sama dengan ChildFund International untuk penerapan Swipe Save di kurikulum pembelajaran di sekolah.

Baca juga: Manfaatkan Pengetahuan Lokal, ChilFund International Perkuat Upaya Perlindungan Anak

“Penandatanganan MoU antara ChildFund dan Kementerian Pendidikan Timor Leste sudah ada dan kami berharap pembelajaran yang ada di sini bisa sampaikan juga kepada teman-teman di Timor Leste terkait dengan pengembangan kurikulum di sekolah,” jelasnya.

Baca juga:  Gubernur NTT Minta Warga Miskin Diprioritaskan Jadi Pekerja di Dapur MBG

Dirinya juga mengucapkan terima kasih kepada SMP Negeri 12 yang telah membagikan pengalaman dalam penerapan Swipe Safe.

Dirinya mengaprsiasi penerapan Swipe Safe di SMP Negeri yang juga melibatkan peran orang tua di dalamnya. “Saya pikir itu yang menjadi salah satu tantangan kami di Timor Leste,” ungkapnya.

Baca juga: Ini 9 Nama Balon Wali Kota Kupang Terdaftar di Gerindra, Ada 2 Nama Perempuan

Kegiatan sharing penerepan program Swipe Safe di SMP Negeri 12 Kupang merupakan rangkaian kegiatan Pertemuan Perlindungan Anak Nasional pada yang berlangsung 14-17 Mei 2024 di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dengan mengusung tema “Memperkuat upaya perlindungan anak dengan memanfaatkan pengetahuan lokal dan praktik terbaik dalam sebuah kerangka kerja yang komprehensif”, pertemuan ini menjadi ruang untuk memperkuat jaringan kerja sama, berbagi pengetahuan, dan mengidentifikasi tantangan serta solusi yang berkelanjutan dalam melindungi anak-anak di Indonesia dan Asia.♦gor

Baca juga: Manfaatkan Pengetahuan Lokal, ChilFund International Perkuat Upaya Perlindungan Anak