Gerak Cepat Yohanis Landu Praing Demi Penuhi Modal Inti Bank NTT

Penandatanganan dokumen Rapat Koansinyering terkait rencana KUB Bank NTT dan Bank DKI, di Jakarta, 21 Mei 2024 / foto: Bank NTT

EXPONTT.COM, KUPANG – Sejak ditunjuk sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Bank Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanis Landu Praing memulai langkah-langkah strategis dalam rangka percepatan pemenuhan modal inti Rp3 Triliun sesuai Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Langkah cepat diambil Plt Dirut Bank NTT Yohanis Landu Praing sebagai tindak lanjut keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank NTT, 8 Mei 2024 lalu yang menyutujui Kelompok Usaha Bank (KUB) antar Bank NTT dan Bank DKI.

Hingga saat ini, sejumlah langkah strategis telah dibuat, diantaranya, pembentukan Tim Gugus Tugas KUB dan melakukan rapat konsinyering antara pembahasan persiapan rencana KUB dan kolaborasi business matching antara Bank NTT dan Bank DKI.

Baca juga: OJK Setujui Hasil RUPS Bank NTT, Jadi KUB dengan Bank DKI

Rapat konsinyering telah dilaksanakan 20 hingga 21 Mei 2024 lalu di Jakarta, dimana membahas beberapa agenda penting, antara lain rekonsiliasi kebutuhan data dan penyamaan timeline proses KUB, rekonfirmasi concert-concert dalam proses KUB termasuk concert perkembangan Tingkat Kesehatan Bank, Good Corporate Governance (GCG), pembahasan kinerja keuangan, dan hubungan kelembagaan.

Dalam rapat, manajemen Bank DKI telah memberikan respon positif dan sangat mendukung kerjasama KUB dengan Bank NTT.

Selain itu, Bank DKI juga akan bekerja dengan Bank NTT dalam bidang lainnya, seperti ekosistem pengembangan bisnis baik penyaluran kredit, penghimpunan dana pihak ketiga, aktifitas bisnis treasury, teknologi informasi dan digitalisasi serta potensi-potensi bisnis yang dapat dikerjasamakan antara kedua bank.

Baca juga: OJK Setujui Perubahan Pengurus Bank NTT Sesuai Hasil RUPS-LB

Rencananya, KUB Bank NTT dan Bank DKI tidak hanya terbatas pada pemenuhan Modal Inti Minimum Rp 3 triliun, namun lebih dari itu.

Kedua bank berencana membentuk sinergitas bisnis yang berdampak pada peningkatan kinerja dan perkembangan ekonomi di daerah.

Dengan konsolidasi melalui skema KUB dan business matching diharapkan dapat memenuhi ketentuan modal inti serta peningkatan kapasitas dan kapabilitas Bank NTT mencakup peningkatan tata Kelola, sumber daya manusia (SDM), Teknologi Informasi (IT), digitalisasi dan pengembangan bisnis Bank NTT.

Baca juga: Empat Tenaga PPPK Kabupaten Ende Batal Terima SK, Ini Alasannya

Plt. Dirut Bank NTT, Yohanis Landu Praing, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi NTT dan Pemerintah Daerah Khusus Ibukota Jakarta serta pihak manajemen Bank DKI yang telah memberikan kesempatan kepada Bank NTT untuk bersama-sama mempersiapkan rencana KUB Bank NTT dan Bank DKI.(*)

Baca juga: Danau Kelimutu Alami Perubahan Warna, Ini Penjelasan Badan Geologi