BPS: Makanan, Minuman dan Rokok Jadi Penyumbang Inflasi NTT Bulan Mei 2024

Kepala BPS Provinsi NTT, Matamira Kale

EXPONTT.COM, KUPANG – Pada Mei 2024 terjadi inflasi year on year (y-on-y) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sebesar 2,41 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 105,93.

Inflasi tertinggi terjadi di Kota Kupang sebesar 2,81 persen dengan IHK sebesar 105,81 dan terendah terjadi di Kabupaten Timor Tengah Selatan sebesar 1,55 persen dengan IHK sebesar 105,98.

Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2024 secara umum menunjukkan adanya kenaikan secara y-on-y tetapi mengalami deflasi secara m-to-m.

Baca juga: Politisi Senior Prediksi 3 Paslon di Pilgub NTT 2024

Berdasarkan hasil pemantauan BPS Provinsi Nusa Tenggara Timur di 5 kabupaten/kota, pada Mei 2024 terjadi inflasi y-on-y sebesar 2,41 persen, atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 103,44 pada Mei 2023 menjadi 105,93 pada Mei 2024.

Tingkat inflasi m-to-m mengalami deflasi sebesar 0,24 persen dengan tingkat inflasi y-to-d sebesar 0,74 persen pada Mei 2024.

Inflasi y-on-y terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya 10 dari 11 indeks kelompok pengeluaran, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 3,70 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 1,62 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,09 persen; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,74 persen; kelompok transportasi sebesar 3,74 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,34 persen; kelompok pendidikan sebesar 0,12 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 4,09 persen dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 5,00 persen.

Baca juga: Dishub Kota Kupang Gelar Pemeriksaan  Angkutan Barang dan Orang 5 Hari Kedepan

Sementara kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks yaitu: kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,69 persen.

Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y pada Mei 2024, antara lain: beras, angkutan udara, cabai rawit, tomat, daging ayam ras, emas perhiasan, bawang merah, sigaret kretek mesin (SKM), telur ayam ras, gula pasir, nasi dengan lauk, bawang putih, kontrak rumah, sigaret kretek tangan (SKT), pisang, ayam hidup, sirih, kangkung, ikan bakar, sepeda motor, wortel, mie, sigaret putih mesin (SPM), buncis, kol putih/kubis, kue basah, bakso siap santap, biaya print, dan ketela pohon. Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y, antara lain: ikan tembung, ikan kembung, daun singkong, bunga pepaya, tahu mentah, daging babi, daun kelor, labu siam, pucuk labu, pepaya muda, sabun mandi, telepon seluler, sawi putih, ikan selar, pasir, jagung pipilan, jantung pisang, ikan ekor kuning, minyak goreng, ikan layang, besi beton, ikan tongkol, seng, dan penyedap makanan/vetsin.

Baca juga: 6 Balon Gubernur dan Wagub NTT Ikut Uji Kelayakan dan Kepatutan di DPP PKB

Secara m-to-m, pada Mei 2024 terjadi deflasi sebesar 0,24 persen dimana terjadi penurunan harga pada 5 dari 11 kelompok pengeluaran. Komoditas yang dominan memberikan andil/sumbangan deflasi m-to-m pada Mei 2024, antara lain: beras, ikan kembung, angkutan udara, ikan tembang, ayam hidup, cabai rawit, jagung pipilan, telepon seluler, dan sawi hijau.

Sedangkan komoditas yang memberikan andil/sumbangan inflasi m-to-m, antara lain: bawang merah, tomat, emas perhiasan, sigaret kretek mesin (SKM), sigaret kretek tangan (SKT), daging babi, kol putih/kubis, dan gula pasir.

Pada Mei 2024, kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan inflasi y-on-y, yaitu: kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,36 persen; kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,07 persen; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,02 persen; kelompok kesehatan sebesar 0,01 persen; kelompok transportasi sebesar 0,50 persen; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya 0,01 persen; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,20 persen; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,28 persen.

Baca juga: Pemimpin NTT Yang Melayani, Pemimpin NTT Yang Menerapkan Kebaikan

Sedangkan kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi y-on-y yaitu: kelompok informasi, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen.

Sementara itu kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga dan kelompok pendidikan tidak memberikan andil y-on-y pada Mei 2024.

Kelompok ini pada Mei 2024 Provinsi Nusa Tenggara Timur mengalami inflasi y-on-y sebesar 3,70 persen atau terjadi kenaikan indeks dari 104,82 pada Mei 2023 menjadi 108,70 pada Mei 2024.