Kepala SMKN 5 Kupang Terancam Sanksi Berat

SMK Negeri 5 Kupang / foto: istimewa

EXPONTT.COM, KUPANG – Kepala Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Negeri 5 Kupang, Safira Abineno terancam sanksi jika terbukti melakukan pelanggaran disiplin Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Ambrosius Kodo, Safira Abineno terancam sanksi jika terbukti melanggar Peraturan Pemerintah Nomor 94 Tahun 2021 tentang Disiplin PNS.

“Jika memang dia terbukti akan diberikan penegakan disiplin, konsekuensinya bisa penjatuhan hukuman sedang hingga berat,” ujarnya, Selasa, 2 Juli 2024.

Baca juga: Kepala SMKN 5 Kupang Dinonaktifkan, Dinas P dan K NTT Lakukan Pemeriksaan

Saat ini Kepala SMKN 5 Kupang telah dinonaktifkan dari jabatannya terkait dugaan penyelewengan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dipos untuk gaji para guru honor di sekolah tersebut.

Ambros Kodo mengatakan dipemeriksaan awal tim pokja yang dibentuk oleh dinas ditemukan adanya dugaan pelanggaran, sehingga dirinya memutuskan untuk menonaktifkan sementara Kepala SMKN 5 Kupang selama pemeriksaan.

“Mereka (tim pokja) sudah panggil dan ambil keterangan dari bendahara, guru-guru dan kepala sekolah. Disitu ditemukan ada dugaan pelanggaran disiplin sesuai PP 94 Tahun 2021, untuk itu kita lakukan penonaktifan dan menggantikan sementara dengan Plh (pelaksana harian) kepala sekolah,” ujarnya.

Baca juga: Penghormatan Terakhir, Jenazah Herman Man Akan Disemayamkan di Kantor Wali Kota Kupang

Safira Abineno dinonaktifkan untuk jangka waktu satu bulan dan posisinya diisi oleh Jefferson Lay sebagai Pelaksana Harian (Plh) Kepala SMKN 5 Kupang.

Sebelumnya, sebanyak 40 orang guru honor dan pegawai tidak tetap (PTT) SMK Negeri 5 melakukan aksi penyegelan sekolah, Senin, 1 Juli 2024.

Aksi tersebut dilakukan usai Kepala SMK Negeri 5 Kupang, Safirah Abineno, tidak menepati janjinya kepada guru yang menjanjikan akan membayar gaji para guru dan PTT yang sudah tiga bulan tak dibayarkan.

Sang kepsek menjanjikan membayar gaji tersebut secara penuh pada tanggal Jumat, 29 Juni 2024 lalu namun tak terealisasi.♦gor

Baca juga: Kepala SMKN 5 Kupang Berani Tak Bayar Gaji Guru, “Diduga Punya Bekingan”