Melki Laka Lena Imbau Masyarakat Gunakan BPJS Saat Sakit dan Sehat

Melki Laka Lena bersama Kepala BPJS Cabang Kupang, Ario Trisaksono saat sosialisasi JKN-KIS di Kota Kupang, Selasa, 9 Juli 2024 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Ketia Komisi IX, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia (RI), Melki Laka Lena, mengimbau masyarakat yang telah menjadi peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) untuk memanfaatkan layanan BPJS dalam keadaan sehat dan sakit.

Hal tersebut Melki Laka Lena Sampaikan dalam kegiatan Sosialisasi Program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) oleh BPJS Kesehatan Cabang Kupang bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR-RI, Selasa, 9 Juli 2024.

Sosialisasi yang digelar di Aula Serbaguna Kopdit Solidaritas Kupang, diikuti oleh ratusan mahasiswa dan para pemuda dari Jemaat Lahai-Roy Kupang.

Baca juga: Ombudsman NTT: Sekolah Bukan Toko Pakaian

Menurut Politikus Partai Golkar ini, pola hidup masyarakat modern saat ini yang kebanyakan jauh dari kata sehat harus diimbangi dengan tetap memeriksakan kesehatan secara rutin.

Baca juga:  Pria di Sikka Ditangkap Polisi, Setubuhi Anak Kandung Hingga Hamil

“Sekarang kita masyarakat NTT dengan kearifan lokal lebih banyak pola hidup tidak sehat. Makan daging, miras, rokok, stres, kemudian tidak periksa kesehatan,” jelasnya.

Untuk itu, Melki mengimbau masyarakat untuk menggunakan layanan BPJS bukan hanya pada saat sakit tapi juga saat sehat, dengan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Baca juga: Rakyat NTT Inginkan Pasangan Melki Laka Lena-Jane Natalia Suryanto di Pilgub 2024

“Jangan tunggu sakit baru mulai ke fasilitas kesehatan. Yang sudah jadi peserta BPJS gunakan saat sehat juga,” tambahnya.

Baca juga:  Pilgub NTT: DPP Gerindra Akan Usung Calon Wakil Pendamping Melki Laka Lena

Dirinya mendorong BPJS untuk lebih promotif dan preventif kepada masyarakat, sehingga masyarakat benar-benar memanfaatkan layanan kesehatan. “Karena lebih mudah urus orang sehat dari pada orang sakit,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala BPJS Cabang Kupang, Ario Trisaksono, mengatakan, saat ini, kepesertaan BPJS di NTT sebanyak 5,5 juta peserta atau sama dengan jumlah masyarakat NTT.

Baca juga: Menimang Trio Sosok Putera Terbaik NTT Melki Lakalena, Ansy Lema dan Frans Aba

Meski begitu, Ario mengatakan, terdapat kurang lebih terdapat kurang lebih 2 juta lebih peserta tidak aktif. “Yang aktif 3 juta, itu termasuk yang dibayar oleh pemerintah dengan APBN,” jelasnya.

Baca juga:  Membludak, Warga Kolhua Kota Kupang Antusias Ikut PIN Polio 2024

Hal itu dikarenakan beberapa hal, diantaranya, karena tidak membayar iuran dan ada juga yang sebelumnya didaftarkan oleh perusahaan tempat bekerja.

“Saat keluar atau berhenti bekerja dan perusahaan tidak membayar lagi, otomatis kepersertaannya tidak aktif lagi,” tuturnya.

Dirinya juga mengimbau kepada para mahasiswa yang berasal dari luar daerah Kota Kupang agar mengurus perpindahan fasilitas kesehatan (faskes) agar tetap bisa mengakses layanan kesehatan dengan menggunakan BPJS.♦gor

Baca juga: Elektabilitas Melki Laka Lena Tertinggi versi Survei Charta Politika Indonesia