EXPONTT.COM, KUPANG – Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Museum Daerah Nusa Tenggara Timur (NTT), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT menggelar Pameran Museum Temporer Bilah dan Bedil di Bumi Cendana “Perkembangan Senjata di NTT”.
Pameran yang digelar selama empat hari di UPTD Museum Daerah NTT, 19 hingga 22 November 2024 ini digelar sebagai langkah untuk menyebarluaskan pengetahuan kepada masyarakat secara luas tentang senjata tradisional NTT yang merupakan peninggalan leluhur masyarakat NTT.
Kepala UPTD Museum Daerah NTT, Aplinuksi Asamani, yang mewakili Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi NTT membuka Pameran Museum Temporer Bilah dan Bedil di Bumi Cendana “Perkembangan Senjata di NTT”, mengatakan, pameran merupakan sarana komunikasi museum untuk berkomunikasi dengan masyarakat, untuk itu museum selalu berkembang agar menjadi sarana rekreasi sekaligus sarana pengetahuan bagi masyarakat.
“Museum mengemas konsep pameran untuk memenuhi kepentingan dan kebutuhan masyarakat tentang informasi budaya dan sejarah,” ujarnya.
Aplinuksi menyebut, senjata peninggalan merupakan karya manusia yang harus kita jaga, karena perjalanan penemuan senjata menunjukan perjalanan sejarah umat manusia terutama di NTT.

“Pada masa lalu manusia telah menciptakan senjata-senjata sederhana menggunakan material alam yang ada disekitarnya. Pameran ini membangkitkan kembali memori dan hasrat kedekatan kita yang kuat bahwa daerah kita, NTT, yang merupakan daerah kepulauan dengan berbagai suku, telah menjadi tantangan tersendiri dalam sistem kehidupan di NTT, hal ini yang menunjukan tradisi dalam kehidupan nenek moynag kita melahirkan salah satu produk budaya yaitu senjata tradisional yang menjadi identitas NTT,” jelasnya.
Aplinuksi mengajak seluruh masyarakat NTT untuk mengunjungi museum daerah NTT sebagai pusat peradaban NTT yang memberikan nilai budaya, spiritual dan warisan daerah serta kelangsungan kebudayaan.
Dalam pamerannya, sebanyak 133 koleksi senjata yang ditemukan dan diserahkan oleh masyarakat dipamerkan secara temporer hingga tanggal 22 November mendatang.
Semua senjata tersebut telah dilakukan kajian mendalam sebelum dipamerkan. Senjata-senjata tersebut berasal dari berbagai daerah di NTT.
Mulai dari kapak batu dari zaman neolitikum, senjata api tumbuk peninggalan zaman portugis dan Belanda hingga senjata zaman modern seperti tombak yang digunakan masyarakat adat Lamalera, Kabupaten Lembata untuk menangkap ikan paus.♦gor







