EXPONTT.COM – Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma melakukan pertemuan dengan Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta, di kediaman pribadi Presiden Timor Leste, Sabtu, 30 Agustus 2025.
Kehadiran Wakil Gubernur NTT untuk bertemu secara langsung dengan Presiden Ramos Horta untuk membahas sejumlah sektor strategis khususnya antara NTT dan Timor Leste.
Dalam kesempatan itu, Johni Asadoma tujuh usulan Pemerintah Provinsi NTT yang diyakini dapat menjadi landasan kerja sama jangka panjang kedua daerah yang memiliki kedekatan emosional ini.
Berikut tujuh usulan Pemprov NTT kepada Presiden Timor Leste, Ramos Horta:
1. Usulan kepada Pemerintah Timor Leste terkait ’Border market’, atau pasar perbatasan;
2. Usulan ‘Tour de Timor’, ajang balap sepeda bertaraf internasional yang akan melibatkan lintasan rute antar kedua negara (dari Kupang (NTT) hingga Los Palos (Timor Leste);
3. Peluang kerja sama terhadap beberapa potensi sektor unggulan baik terhadap produk-produk UMKM, sektor pariwisata, pertanian, peternakan, dan juga kelautan dan perikanan;
4. Status Bandara El Tari Kupang yang telah menjadi bandara internasional, sehingga dibuka peluang untuk rute penerbangan Kupang – Dili;
5. Usulan menghadirkan Bank NTT di Dili;
6. Memberi dukungan terhadap PT. Genco Energi Nusantara, sebuah perusahaan energi kelas nasional dari Indonesia yang berinvestasi di Timor Leste,
7. Menegaskan kehadiran RSUP Ben Mboi di Kupang terkait jejaring rujukan dan pengembangan pelayanan kesehatan antara kedua negara.
“Kiranya beberapa hal yang telah saya sampaikan ini bisa menjadi langkah strategis antara Indonesia dan Timor Leste, khususnya bagi NTT dan Timor Leste dalam memperkuat hubungan diberbagai sektor, baik dari sektor ekonomi, bisnis, pendidikan, peternakan, pertanian, kelautan serta sektor-sektor lainnya,” ucap Johni Asadoma.
Terkait hal itu, Presiden Timor Leste pun memberi respon positif. Senada dengan Wagub Johni Asadoma, Ia juga mengungkapkan kehadiran Pemprov NTT, melalui Wakil Gubernur Johni Asadoma dan jajaran bukan hanya sekedar hubungan kekerabatan dan kultural yang erat antara NTT dan Timor Leste, namun ini merupakan upaya yang lebih lagi dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan iklim investasi antara kedua wilayah.
“Untuk ‘Tour de Timor’, ini merupakan ide dan gagasan besar bagi kedua wilayah. Saya tentu setuju, terlebih even ini juga akan menampilkan beragam atraksi budaya dari kedua negara setiap harinya. Berbagai komoditas unggulan Timor Leste juga akan kita tampilkan dalam even tersebut. Ekonomi masyarakat pasti akan bertumbuh,” tambah Presiden Ramos Horta.
“Kami juga sebelumnya telah membangun komunikasi dengan beberapa universitas di Indonesia, salah satunya Universitas Gadjah Mada dalam bidang pendidikan. Juga banyak anak-anak Timor Leste yang juga kuliah di Kupang. Ini sebagai bentuk bagaimana pembangunan dunia pendidikan juga merupakan prioritas kami di sini,” jelasnya
Presiden Ramos Horta pun menerangkan terkait berbagai usulan ini akan didiskusikan lebih lanjut bersama Perdana Menteri Timor Leste, Xanana Gusmao. Ia juga akan mengirim delegasinya ke NTT untuk membahas lebih lanjut berbagai usulan tersebut.
“Semua hal yang telah disampaikan tadi juga akan saya diskusikan bersama Bapak Xanana Gusmao selaku Perdana Menteri Timor Leste. Nanti kami juga akan kirim delegasi ke Kupang – NTT terkait semua yang kita diskusikan ini,” katanya.
Pertemuan hangat tersebutpun diakhiri dengan pemberian cinderamata dari Pemprov NTT yang diberikan langsung oleh Wakil Gubernur NTT, Johni Asadoma kepada Presiden Timor Leste, Jose Ramos Horta sebagai bentuk sinergi dalam memperkuat hubungan bilateral dan persaudaraan kedua negara.








