EXPONTT.COM, KUPANG – Demi memenuhi kebutuhan listrik di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur (NTT), Perusahaan Listrik Nasional (PLN) terus meningkatkan dan mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Timor 1.
PLTU Timor 1 yang terletak di Desa Desa Lifuleo, Kecamatan Kupang Barat, Kabupaten Kupang, saat ini telah memiliki dua unit pembangkit listrik yang mampu menghasilkan daya total 2×50 megawatt atau 100 megawatt.
Manajer Sub Bidang Perizinan dan Komunikasi PLN UIP Nusra, Bobby Sitorus, menyebut, dengan kemampuan tersebut, PLTU Timor 1 menjadi pembangkit listrik yang paling andal di Pulau Timor.
“Ini yang paling andal di Pulau Timor, dan melayani masyarakat dari Kupang sampai di Atambua,” jelasnya saat kunjungan ke PLTU Timor 1 bersama media, Kamis, 23 Oktober 2025.
PLTU yang memanfaatkan air laut dan batu bara ini menjadi penyangga kebutuhan listrik mulai dari Kabupaten Kupang, Kota Kupang, hingga Kabupaten Belu.
Manager PLTU Timor-1 UPP Nusra 3, Asmar, menyebut, dengan adanya pengembangan PLTU Timor 1 yang terintegrasi dengan pembangkit listrik lainnya di Pulau Timor menjadi jawaban kebutuhan listrik di Pulau Timor yang dapat mencapai puncak kebutuhan listrik mencapai 145 megawatt, terutama saat musim panas.
Saat ini, pembangkit listrik unit satu telah beroperasi sejak 21 September 2024, sementara unit dua sudah mulai beroperasi pada 4 Juli 2025.
“Unit 2 saat ini sedang dalam proses foreign inspection untuk memastikan seluruh peralatan berfungsi optimal,” jelas Asmar.
Dengan dua unit pembangkit listrik tenaga uap yang akan mulai beroperasi pada November 2025 mendatang, PLTU Timor 1 menjadi pembangkit listrik paling andal di NTT dengan mesin dan peralatan dari Eropa dan Jepang.
PLTU Timor 1 juga merupakan komitmen PLN dalam mendukung percepatan pembangunan di NTT. Disebutkan juga PLTU ini juga disiapkan untuk mendukung industri di Pulau Timor, terutama Kawasan Industri Bolok (KIB) yang merupakna BUMD milik Pemerintah Provinsi NTT.♦gor








