Serena Francis dan Aurum Titu Eki Jadi Inspirasi Pemuda GMIT

Serena Francis dan Aurum Titu Eki saat menjadi narasumber di Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT, Kamis, 23 Oktober 2025 / foto: ist

EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, bersama Wakil Bupati Kupang, Aurum Titu Eki, menjadi narasumber dalam kegiatan Bincang-Bincang Orang Muda yang digelar dalam rangka Pekan Raya Pemuda Sinode GMIT di Bumi Perkemahan CHMK Oematnunu, Kupang Barat, Kabupaten Kupang, Kamis, 23 Oktober 2025.

Kegiatan yang diikuti ratusan pemuda dari 33 klasis se-Sinode GMIT ini menjadi wadah refleksi dan pembelajaran bersama tentang kepemimpinan, pelayanan, serta peran generasi muda dalam menghadapi dinamika perubahan zaman.

Dalam kesempatan tersebut, kedua narasumber berbagi pengalaman dan pandangan terkait tanggung jawab dalam birokrasi, pemanfaatan teknologi, serta pelestarian nilai budaya.

Baca juga:  Gelar Pendidikan Politik, DPD Gerindra NTT Perkuat Kader Tingkat DPC Hingga Ranting

Dalam pemaparannya, Wakil Wali Kota, memaparkan bahwa Pemerintah Kota Kupang terus berupaya memperkuat kerja sama lintas sektor, termasuk dengan gereja, dalam pemberdayaan masyarakat.

“Kami mendukung program-program gerejawi, termasuk di GMIT. Kami bermitra melalui pelatihan UMKM dan digitalisasi ekonomi, seperti Sunday Market Saboak di Taman Nostalgia, yang telah memberdayakan lebih dari seratus pelaku UMKM dengan perputaran ekonomi mencapai lebih dari tiga miliar rupiah selama 18 minggu,” ungkapnya.

Ia juga memperkenalkan program inovatif InaKasih (Intervensi bantuan pembalut gratis bagi perempuan prasejahtera) sebagai bentuk perhatian terhadap isu kesehatan perempuan.

Baca juga:  “Ina Kasih” untuk Perempuan Kota Kupang

“Kami melihat masih banyak keluarga yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar kesehatan reproduksi. Pemerintah harus hadir untuk menjawab kebutuhan itu. Kami juga terbuka berkolaborasi dengan GMIT dalam edukasi kesehatan dan pelayanan sosial bagi perempuan muda,” tambahnya.

Serena juga menyampaikan bahwa generasi muda harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus memahami tantangan dalam sistem pemerintahan.

“Generasi muda sekarang cepat beradaptasi dengan teknologi, namun di birokrasi kita bekerja dengan banyak pihak yang ritmenya berbeda. Ini kesempatan bagi anak muda untuk belajar dan membawa perubahan positif,” ungkapnya.

Baca juga:  Gelar Pendidikan Politik, DPD Gerindra NTT Perkuat Kader Tingkat DPC Hingga Ranting

Terkait penggunaan media sosial, Serena mengingatkan pentingnya kebijaksanaan dalam menyaring informasi.

“Kita hidup di era satu kali scroll semua informasi bisa didapat, tapi jangan sampai kita banding-bandingkan diri dengan orang lain sampai ganggu kesehatan mental. Karena itu, sebelum kita sharing, kita harus saring dulu,” pesannya.

Sementara itu, Wakil Bupati Kupang, Aurum Obe Titu Eki, berbagi pengalaman pribadi yang membentuk karakter kepemimpinannya. Ia menuturkan bahwa nilai-nilai budaya dan pengalaman hidup menjadi fondasi penting dalam menjalankan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat.