EXPONTT.COM, KUPANG – Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas San Pedro (Unisap) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Yudisium Tahun Akademik 2025/2026, Jumat, 12 Desember 2025, di Aula Unisap Kupang.
Mengangkat tema Membangun Generasi Pendidik Berkarakter dan Profesional untuk Generasi Emas 2045, kegaiatan Yudisium dihadiri oleh sejumlah dosen dan civitas Unisap Kupang.
Di tahun akademik 2025/2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNISAP meyudisium sebanyak 80 mahasiswa yang telah resmi menyelesaikan tugas akademik dari empat Program Studi (Prodi) yakni, Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) 21 mahasiswa, Program studi Pendidikan Jasmani, Kesehatan, dan Rekreasi (PJKR) 20 mahasiswa, Pendidikan Luar Biasa (PLB) 30 mahasiswa dan Prodi Bahasa Inggris 9 mahasiswa. Dari total tersebut, terdapat 4 lulusan terbaik dengan masa studi 3,5 tahun.
Dekan Fakultas FKIP Unisap Kupang, Odet Liu Nokas, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menyebut, momen yudisium sebagai tanda telah menyelesaikan studi sebagai mahasiswa. “Sudah bukan mahasiswa, sekarang sudah jadi guru,” ujarnya.

Odet Liu Nokas dalam kesempatan tersebut, meminta agar para guru lulusan Unisap Kupang bisa menjadi generasi pendidik yang berkarakter dan profesional.
“Menjadi guru memang adalah beban yang berat, kalian harus bisa mencetak generasi yang berkarakter dan profesional. Dan itu harus dimulai dari kalian sebagai guru,” tegasnya.
Odet Liu Nokas dalam kesempatan itu menekankan empat kompetensi yang telah ditanamkan oleh FKIP Unisap kepada para lulusan sejak masa kuliah, mulai dari kompetensi pedagogik, kompetensi profesional, kompetensi kepribadian dan kompetensi sosial, serta delapan keterampilan mengajar.
“Saya harapkan bapak ibu guru bisa membawa itu untuk mewujudkan generasi yang berkarakter dan profesional untuk generasi emas 2045,” ungkapnya.
Lebih lanjut, dirinya juga meminta agar para lulusan guru tidak menggunakan kekerasan dalam mendidik para pelajar.
“Gunakan hati. Kalau gurunya tidak bisa mengajarkan karakter dan profesional, maka kita tahu sama-sama, sekarang siswa mau pukul kembali guru, kita mau balas pukul ada HAM disitu. Untuk itu saya titipkan, jadilah guru yang dirindukan bukan yang ditakutkan,” ujarnya.
Diakhir sambutannya, Odet Liu Nokas mengucap selamat kepada para lulusan.”Ini babak awal bagi kalian, apapun yang terjadi jangan pernah menyerah,” pungkasnya.
Ke-81 peserta yudisium ini akan diwisuda pada 19 Desember 2025 mendatang di Grand Mutiara Ball Room.
Sementara itu, Wakil Rektor III, Timoteus Ajito, mengungkapkan, jumlah mahasiswa yang di yudisium tahun ini dari FKIP Universitas San Pedro menjadi yang terbanyak sepanjang sejarah kampus tersebut.
“Ini membuktikan minat untuk mengenyam pendidikan di San Pedro semakin meningkat, tahun depan yang akan yudisium dari FKIP juga akan meningkat, lebih dari 100 mahasiswa,” ujarnya.
Timoteus Ajito menyebut, selain terus melakukan promosi agar lebih Universitas San Pedro lebih dikenal masyarakat lewat berbagai cara, pihaknya juga terus meningkatkan kualitas dalam sumber daya manusia serta sarana dan prasarana perkuliahan.
“Kami juga terus kembangkan kompetensi dosen, karena itu berpengaruh kepada mahasiswa. Dosen-dosen kita yang S2 lanjut ke S3. lebih dari 60 persen dosen kami sudah sertifikasi. Secara internal terus kita tingkatkan dan berbenah secara berjenjang dan berkesinambungan,” pungkasnya.(*)








