EXPONTT.COM, KUPANG – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar Pendidikan Politik Bagi Pengurus DPC, PAC dan Ranting di Seluruh Wilayah NTT, di Hotel Harper Kupang, Senin, 15 Desember 2025.
Mengangkat tema, Meneguhkan Idiologi Partai Membangun Kader Tangguh Berintegritas dan Setia Pada Perjuangan Partai, kegiatan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis sebagai narasumber utama dan dibuka secara resmi oleh Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo.
Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam kesempatan tersebut, mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan Partai Gerindra kepada Kota Kupang melalui kader-kader yang ada di legislatif dan eksekutif.
“Kota Kupang jadi seperti saat ini karena sumbangsih dari kader-kader Partai Gerindra, ada Kaka Wakil Wali Kota, Ketua DPRD Kota Kupang dan ada Pak Esthon di DPR RI dan Wakil Ketua DPRD dari dapil Kota Kupang ” ujarnya.
dr. Christian Widodo berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Kupang dan Partai Gerindra tetap berjalan untuk masyakarakat Kota Kupang.
Sementara itu, Sekretaris DPD Gerindra Provinsi NTT, Fernando Osorio Soares dalam kesempatannya mengungkapkan target di Pemilu 2029 mendatang.
“Pemilu 2029 adalah momentum konsolidasi total. Gerindra menargetkan 22 pimpinan DPRD se-NTT. Target ini hanya bisa dicapai dengan kerja politik yang solid, disiplin organisasi, dan kehadiran kader yang benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Fernando Soares.
Wakil Ketua DPRD Provinsi NTT ini menekankan pentingnya soliditas kader disetiap tingkatan mulai dari ranting hingga PAC dan DPC.
Menurutnya, partai harus mampu menghadirkan kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat, bukan sekadar retorika politik.
Dalam arahannya, Fernando juga mendorong regenerasi kepemimpinan di tubuh Partai Gerindra.
Ia menilai sudah saatnya partai memberi ruang lebih luas bagi generasi muda untuk tampil sebagai pemimpin politik masa depan, dengan tetap mengedepankan peran kader senior sebagai mentor dan pengarah.
“Partai harus dipimpin anak-anak muda, tetapi senior tidak boleh melepaskan adik-adiknya berjalan sendiri. Regenerasi harus disertai pendampingan dan keteladanan,” ujarnya.
Fernando juga mengingatkan seluruh kader bahwa merebut kekuasaan politik lebih mudah dibandingkan mempertahankannya.
Karena itu, konsistensi sikap, loyalitas, dan integritas kader menjadi syarat utama menjaga kepercayaan publik.
Ia menegaskan Kota Kupang sebagai basis strategis Partai Gerindra di NTT yang harus terus diperkuat melalui kerja politik yang terstruktur, terukur, dan berkelanjutan.
Diakhir penyempaiannya, Fernando mengingatkan kader untuk menghindari sikap saling menjatuhkan.
“Jangan sampai ada mental SMS, senang melihat orang susah dan Susah Melihat orang Senang. Gerindra harus menjadi rumah besar yang saling menguatkan demi kepentingan rakyat,” pungkasnya.
Sementara itu, Wakil Ketua DPD TIDAR NTT, Serena Cosgrova Francis, menegaskan bahwa peran orang muda dalam politik semakin strategis di tengah dinamika sosial dan tantangan pembangunan daerah.
Menurutnya, keterlibatan generasi muda bukan hanya kebutuhan elektoral, tetapi investasi jangka panjang bagi keberlanjutan partai.
“Anak muda harus hadir di ruang-ruang politik untuk membawa gagasan segar, keberanian, dan integritas. Masa depan politik daerah ditentukan oleh sejauh mana generasi muda berani mengambil peran hari ini,” kata Serena, Wakil Wali Kota Kupang.
Kegiatan pendidikan politik ini menjadi bagian dari langkah konsolidasi internal Gerindra NTT sekaligus persiapan menghadapi kontestasi politik nasional dan daerah menuju Pemilu 2029.♦gor








