EXPONTT.COM, KUPANG – Terkait potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan kemungkinan terjadi di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga 13 Januari 2026, BMKG mengeluarkan imbauan bagi seluruh masyarakat di NTT.
Disebutkan potensi cuaca ekstrem di wilayah NTT diperkirakan terjadi 6 hingga 13 Januari 2025.
Terkait hal itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas II El Tari Kupang mengeluarkan imbuan.
BMKG mengimbau agar masyarakat tidak panik dan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi dampak Bencana Hidrometeorologi akibat Cuaca Ekstrem.
“Lebih berhati-hati dalam merencanakan aktivitas, terutama perjalanan darat, laut dan udara, serta kegiatan luar ruangan seperti ibadah dan wisata,” tulis BMKG dalam siaran pers yang ditandatangani Kepala BMKG Stasiun Meteoroligi Sti Nenotek.
Khusus untuk masyarakat daerah bertopografi curam atau bergunung dan bertebing patut waspada akan potensi Tanah Longsor dan Banjir Bandang pada saat terjadi Hujan Sedang hingga Sangat Lebat yang terjadi dalam durasi yang panjang.
Sementara bagi warga disekitar Gunung Berapi Lewotobi Laki-Laki di wilayah Flores Timur, BMKG memint agar mewaspadai potensi Banjir Lahar yang juga berpotensi terjadi.
“Para Kepala Daerah dihimbau untuk dapat berkoordinasi dengan BPBD dan TNI POLRI setempat dan terus mengikuti informasi yang disampaikan oleh BMKG,” tulis BMKG.(*)








