EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Emanuel Melkiades Laka Lena mendorong aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT untuk aktif menulis sebagai bentuk kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.
Hal tersebut disampaikan Gubernur Melki saat menerima dua buku karya Sam Harly Babys di ruang kerjanya, Selasa, 10 Maret 2026.
Dua buku karya ASN Pemprov NTT itu yakni Belis dan Indonesia Emas 2045, yang membahas tradisi belis di NTT yang dalam praktiknya sering kali menimbulkan beban ekonomi bagi pasangan muda yang akan menikah. Dalam buku tersebut disampaikan gagasan mengenai perlunya regulasi yang mengatur batas minimal dan maksimal belis, seperti yang telah diterapkan di Kabupaten Sumba Barat dan Sumba Timur.
Sedangkan buku kedua berjudul NTT Mart: Jalan Baru Ekonomi Rakyat (Kolaborasi Melki–Johni dalam Membangun NTT) yang membahas gagasan pembangunan NTT Mart sebagai salah satu upaya untuk memperkuat ekonomi rakyat melalui pemasaran produk-produk lokal dan pemberdayaan pelaku UMKM di daerah.
Menurut Gubernur Melki, banyak ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT memiliki kapasitas dan sumber daya manusia yang memadai untuk menuangkan gagasan, pengalaman, maupun pemikiran dalam bentuk tulisan.
“Ini dua buku karya staf saya yang diserahkan pagi ini. Saya mendorong seluruh ASN di NTT untuk menulis buku dan menyampaikan ide serta masukan bagi pembangunan NTT melalui tulisan,” ujar Gubernur Melki.
Ia menilai, tradisi menulis di kalangan ASN penting untuk membangun budaya intelektual dalam birokrasi, sekaligus menjadi ruang bagi lahirnya gagasan-gagasan konstruktif bagi pembangunan daerah.
Gubernur Melki juga menyampaikan bahwa selama masa kepemimpinannya, sudah ada sejumlah buku yang ditulis oleh ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT.
“Sejauh ini sudah ada tujuh buku yang ditulis oleh ASN di lingkungan Pemprov NTT sejak saya menjabat sebagai gubernur,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah terbuka terhadap kritik dan saran yang disampaikan secara konstruktif, selama bertujuan untuk memperbaiki kualitas pelayanan dan pembangunan di daerah.
“Saya terbuka terhadap kritik, selama itu kritik yang membangun dan memberikan solusi untuk perbaikan pelayanan serta pembangunan di NTT, tanpa kepentingan politik pihak tertentu,” tegasnya.
Menurutnya, masukan dari ASN maupun masyarakat luas, termasuk melalui karya tulis dan buku, sangat dibutuhkan sebagai bahan refleksi dan evaluasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik di NTT.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga menyampaikan apresiasi kepada Sam Harly Babys yang telah meluangkan waktu untuk menulis dan menghasilkan karya yang memberikan kontribusi pemikiran bagi pembangunan daerah.(*)








