Sikka  

Protes Pasar Liar, Ribuan Pedagang Pasar Tradisional di Sikka Gelar Tari Hegong

Protes Pasar Liar, Ribuan Pedagang Pasar Tradisional di Sikka Gelar Tari Hegong di halaman Kantor DPRD Kabupaten Sikka, 31 Januari 2022

EXPONTT.COM – Ribuan pedagang pasar tradisional Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar pertunjukan Tari Hegong di halaman kantor DPRD Kabupaten Sikka, Senin 31 Januari 2022 pagi.

Pegelaran Tari Hegong ini merupakan bentuk protes para pedagang pasar tradisional terhadap maraknya pasar liar yang ada di wilayah Sikka.

“Ini bentuk aksi protes kami sebagai pedagang pasar tradisional yang selama ini sepi pembeli akibat maraknya pasar liar yang enggan ditertibkan pemerintah,” ungkap Marianus Krisensius.

Baca juga:  Pelabuhan Maropokot Mbay Direvitalisasi dengan Anggaran Rp 91,3 Miliar

Sebagai informasi, Tari Hegong yang memiliki makna sukacita, dan harapan akan kehidupan yang layak.

Baca juga: Gempa Magnitudo 5,2 Guncang Sabu Raijua, Terasa Hingga Maumere

Dalam gelaran itu, para pedagang menuntut agar pemerintah menertibkan pasar-pasar liar seperti Pasar Wuring, pasar ikan TPI, eks Pasar Geliting.

Baca juga:  BULOG NTT Jamin Ketersediaan Stok “Minyak Kita”

Selain itu mereka juga meminta pemerintah segera menutup atau meniadakan portal masuk Pasar Alok yang dinilai memberatkan pedagang tradisional.

“Kami minta pemerintah segera menutup itu portal di pintu masuk pasar alok. Karena menjadi penyebab sepinya pembeli yang datang untuk membeli di pasar alok. Akibatnya barang yang kami jual pun tidak ada yang membeli,” ujar Marianus.

Baca juga:  Hanura Buka Suara Soal PAW Anggota DPRD Kota Kupang Mokrianus Lay

Dikutip dari tvonenews, aksi unjuk rasa pedagang pun langsung direspon wakil ketua DPRD dengan memanggil perwakilan massa aksi untuk bertatap muka guna menyampaikan aspirasi di ruang pimpinan DPRD Sikka.
♦tvonenews

Baca juga: Siang Ini, Mabes Polri Gelar Perkara Pembunuhan Astri dan Lael