Eks Karyawan Hotel Nihi Watu Gelar Demonstrasi, Tuntut Managemen Hotel Bayar Pesangon

nihi watu
Eks Karyawan Hotel Nihi Watu Gelar Demonstrasi, Tuntut Managemen Hotel Bayar Pesangon (pos-kupang.com)

EXPONTT.COM – Mantan karyawan Hotel Nihi Watu Sumba Barat melakukan aksi demonstrasi, Senin 21 Februari 2022.

Mereka mendatangi Hotel Nihi Watu di Desa Hobawawi, Kecamatan Wanokaka, Sumba Barat dengan menggunakan puluhan sepeda motor dan pikap.

Aksi damai ini dilakukan untuk menuntut perusahaan segera membayar pesangon karyawan yang telah di PHK sejak April 2020 lalu.

Baca juga: BMKG Ingatkan Ada Potensi Gempa Susulan berkekuatan M 7,5 Guncang Wilayah Manggarai – Flores

Kedatangan puluhan eks karyawan itu kemudian dihadang anggota kepolisian dari Polres Sumba Barat. Mereka pun meminta polisi untuk membuka jalan agar mereka bisa langsung menuju Hotel Nihi Watu.

Para demonstran ingin bertemu langsung dengan general manager Hotel Nihi Watu. Namun polisi tetap tidak memperbolehkan.

Perwakilan Hotel Nihi Watu, Bahu Worodani, S.H., yang menemui pendemo mengatakan jika GM Hotel Nihi Watu tidak berada di tempat karena sedang berada di luar kota.

Baca juga: Wisatawan Mancanegara Lebih Kenal Teddy’s Beach, Kini Wajahnya Berubah

Setelah negosiasi, akhirnya 15 perwakilan demonstran pun bertemu dengan pihak hotel.

Dalam orasinya, para karyawan yang di-PHK (Melki, Este, Kristin alias Rambu, Agus Lori dan Ruben) mengatakan pihak Nihi Watu mem-PHK sebanyak 174 karyawan karena kondisi pandemi Covid-19 yang mengakibatkan hotel sepi tamu.

Mereka akan dipanggil kembali untuk bekerja dengan sistem bertahap jika keadaan membaik.

Baca juga: 8 Pernyataan & Kebijakan Gubernur NTT Viktor Bungtilu Laiskodat yang Tuai Pro Kontra Dalam Tiga Tahun

Namun dalam perjalanan  diduga pihak hotel Nihi Watu menerima karyawan baru sehingga memicu  persoalan hingga terjadi aksi demonstrasi ini,

Pihak Hotel Siap Bayar Pesangon

Managemen Hotel Nihi Watu Sumba Barat menyatakan siap membayar pesangon 174 karwan Hotel Nihi Watu yang telah di PHK sejak tahun 2020 silam.

Baca juga: Belum Ada Titik Terang Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Randy Badjideh Bisa Bebas 31 Maret 2022

Pengacara para demonstran, Edison G.M. Tenabolo, S.H., dan Bili Umbu Robaka, S.H., dari perkumpulan pengacara dan konsultan hukum Indonesia diminta pihak managemen untuk mengajukan permohonan pembayaran pesangon.