EXPONTT.COM – PD (49) salah satu pasien di ruang isolasi RSUD Umbu Rara Meha (URM), Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT kabur, Jumat 19 Maret 2021. PD mengaku lapar karena makanan yang diberikan rumah sakit basi.
PD kabur setelah sebelumnya menyelinap dan lolos dari pantauan petugas. Ia juga nekat melepas selang serta botol infus dan kabur menuju kediaman keluarganya di seputaran wilayah Kawangu, Kecamatan Pandawai.
Informasi yang berhasil dihimpun dari sejumlah sumber menyebutkan, PD kabur karena merasa tidak mendapatkan pelayanan optimal dari petugas. Selain itu disebutkan yang bersangkutan masih merasa lapar.
“Begitu dapat informasi perihal kaburnya pasien itu, saya sempat telpon adik yang bersangkutan. Adiknya bilang, kakaknya kabur karena merasa tidak dilayani dengan baik oleh petugas. Dia bilang hanya diinfus saja, dan saat diberikan makan, ada yang basi,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah, Pura Tanya ketika dikonfirmasi Sabtu (20/3/2021) siang.
Baca juga: Bocah Dua Tahun di Maumere Menderita Kanker Lidah
Baca juga: Paul Papa Resi, Kader Partai Demokrat NTT yang Pilih Dukung Moeldoko dan Membelot dari AHY
Pura Tanya memberikan konfirmasi karena merupakan salah satu orang yang pertama kali menginformasikan peristiwa kaburnya PD, di group WhatsApp Forum Pengurangan Resiko Bencana (Forum PRB) Sumba Timur, Jumat (19/3/2021) kemarin.
PD masih terhitung sebagai iparnya itu akhirnya berhasil didekati secara persuasif, sehingga dibawa kembali ke ruang isolasi RSUD–URM.
“Semalam Satgas dan juga pemerintah setempat telah mendekati yang bersangkutan dan keluarganya, sehingga bisa kembali dibawa ke RSUD lagi dengan ambulans,” katanya.
Jonker Telnoni, Ketua Tim Survelance Satgas Covid–19 Sumba Timur yang dihubungi terpisah, Sabtu (20/3/2021) siang lalu mengatakan, PD sebenarnya merupakan pasien rujukan dari RS Imanuel.
“Yang bersangkutan itu awalnya berobat ke Rumah Sakit Imanuel, Jumat kemarin. Di sana saat dirapid antigen ternyata positif, sehingga dirujuk ke RSUD.
Setibanya di RSUD yang bersangkutan diisolasi sembari menunggu hasil SWAB ataupun Test Molekuler Cepat atau TCM, belum tahu hasilnya dia sudah kabur,” kata Jonker.
Kabar kaburnya pasien itu kemudian ditindaklanjuti Satgas dengan melakukan pelacakan keberadaanya, lalu kemudian, dilakukan penjemputan oleh tim.
“Jadi semalam tim langsung jemput, dan kini yang bersangkutan telah diarawat dan dipantau petugas. Hingga kini juga masih ditunggu hasil TCM – nya, yang mungkin akan nantinya,” ucap Jonker.
Jika nantinya hasil TCM pasien tersebut positif, tim akan secepatnya melakukan tracing bagi siapa saja yang sempat melakukan kontak.
*iNews








