Dituduh Lakukan Penganiayaan, Anggota DPRD TTS dan Istrinya Diadukan ke Polisi

ilustrasi aniaya
Ilustrasi Aniaya (Istockphoto/stevanovicigor)

EXPONTT.COM – Anggota DPRD TTS, Hendrikus Babys dan istrinya yang merupakan Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Semrys Oryanty Lette dilaporkan ke Polsek Amanuban Selatan atas dugaan penganiayaan.

Korban penganiayaan, Apders Seo mengalami beberapa cedera di bagian kepala, bibir dan tangannya.

Kasus penganiayaan tersebut diketahui terjadi pada Rabu 18 Agustus 2021 lalu. Kala itu korban sedang menuju ke kali Noemuke menggunakan sepeda motor.

Saat mendekati rumah jabatan Kepala Desa, sepeda motor teman korban yang jalan beriringan dengannya tiba-tiba membelok sehingga tidak ada sinar lampu yang mengikuti sepeda motornya.

Baca juga: Pertemuan Bahas Pemindahan Laboratorium Molekuler Ricuh, Rektor Undana Emosi

Sontak korban memaki temannya tersebut.

Makian korban ini didengar oleh Semrys Oryanty Lette. Semyrs menduga korban memaki dirinya sehingga Semrys dan suaminya mengikuti korban.

Tak beberapa lama berselang, tiba-tiba muncul pelaku yang datang menggunakan mobil dan langsung menganiayanya di kali Noemuke.

“Istrinya pukul saya pakai bebak di bagian kaki dan bagian belakang sedangkan suaminya memukul menggunakan kepalan tangan pada bagian kepala saya,” ungkap korban.

Baca juga: Jalan Rusak Parah Akibat Longsor, Seorang Ibu Hamil di Sikka Melahirkan di Jalan

Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Semrys Oryanty Lette, yang dikonfirmasi terpisah tak membantah telah memukul korban dengan menggunakan bebak.

Ia mengaku memukul korban sebanyak empat kali kali di bagian kaki.

Semrys mengaku, dirinnya memukul korban karena emosi dimaki oleh korban. Pukulan tersebut dikatakan Semyrs merupakan pembinaan agar korban tidak mengulangi perbuatannya.

“Saya pukul dia (korban) ada alasannya. Dia ribut di depan rumah lalu maki saya. Saya tidak terima makanya saya dengan suami ikut dia. Saya awalnya tanya dia baik-baik kenapa kamu maki saya, tapi dia justru berdebat dengan saya dan kembali maki saya. Makanya saya pukul dia pakai bebak sebanyak 4 kali,” ujar Semyrs.

Baca juga: Anggota TNI Aniaya Anak di Rote Terancam Pasal Berlapis, Hukuman 5 Tahun Penjara

Melihat korban yang dalam kondisi mabuk dan membuat onar, Semyrs lalu melaporkan hal tersebut kepada aparat Polsek Panite.

Tak beberapa lama, aparat Polsek Panite datang dan membawa korban. Namun anehnya, saat di kantor Polsek, korban justru melaporkan dirinya dan suami melakukan penganiayaan kepadanya.

“Saya sempat lapor polisi dan minta dia diamankan karena sudah buat onar. Namum sampai di kantor polisi dia justru melaporkan kami,” sebutnya.

Kapolsek Panite, Ipda Maks Tameno membenarkan adanya laporan dugaan penganiayaan tersebut.

Baca juga: Wartawan dan Kegaduhan di Nagekeo

Dirinnya mengatakan, awalnya, korban dilaporkan oleh Kades Noemuke telah membuat onar di desa sehingga diamankan ke Polsek.

Namun sesampainya di Polsek, korban justru mengaku sebagai korban penganiayaan.

“Kita masih melakukan interogasi sehingga saya belum bisa omong banyak. Kasus ini juga akan kita geser ke Polres. Sehingga lebih lanjut bisa di Polres saja,” pintanya.