Undana Berdayakan Kelompok Wanita Tani TTS Tingkatkan Kualitas dan Pemasaran Produk Lokal

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana berpose bersama Kelompot Wanita Tani UP2K Suka Maju di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) / foto: ist

EXPONTT.COM, TTS – Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana (Undana) melaksanakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat bagi kelompok Wanita Tani UP2K Suka Maju di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS).

Kegiatan ini merupakan bagian dari Program BIMA di bawah naungan Kementerian Pendidikan Tinggi Sains dan Teknologi Tahun Anggaran 2025.

Tim pelaksana berasal dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Program Studi Ekonomi Pembangunan, Prodi Akuntansi dan Prodi Manajemen serta melibatkan salah satu narasumber dari Prodi FKIP Ekonomi, mahasiswa juga terlibat langsung dalam pendampingan mitra melalui mata kuliah akuntansi biaya, kewirausahaan, serta pengembangan kemasan produk.

Tercatat total 25 anggota wanita Tani UP2K peserta ikut dalam kegiatan pelatihan dan pendampingan selama dua hari intensif pada tanggal 29 Agustus 2025 sampai dengan 30 Agustus 2025.

Kelompok UP2K Wanita Tani Suka Maju memiliki Peran strategis dalam meningkatkan kesejahteraan keluarga di daerah Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan dan menunjukkan kontribusi signifikan dalam mendukung kesejahteraan anggota melalui berbagai usaha dan membuka ekonomi baru bagi Wanita di daerah tersebut.

Kebutuhan ekonomi dan norma sosial-budaya mendorong banyak perempuan tani ikut aktif bekerja demi mencukupi kebutuhan rumah tangga. Peran ini bukan sekadar soal penghasilan: keterlibatan mereka dalam produksi, pengolahan, dan pemasaran membuka ruang partisipasi publik, Inilah yang dilakukan Kelompok wanita Tani UP2K Suka Maju.

Lewat tangan mereka, penghasilan rumah tangga membaik dan perlahan mereka juga merebut ruang di ranah publik, membuktikan bahwa upaya kecil di kebun atau dapur dapat mengubah masa depan keluarga.

Alasan ekonomi dan faktor sosial-budaya merupakan pendorong utama yang membuat perempuan tani bekerja untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga. Keterlibatan mereka tidak hanya meringankan kondisi keluarga, tetapi juga mendorong partisipasi perempuan di ranah publik. Sebuah langkah penting untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga. Dari Dapur Desa ke Pasar: Wanita Tani Ajaobaki Menyulap dan menciptakan ekonomi baru. Dengan membeli bahan baku langsung dari kebun dan pekarangan warga, singkong, pisang, jahe. Usaha olahan desa menjaga uang berputar dan rantai hilirisasi menjadi nilai tambah tetap di desa dan membuka manfaat ekonomi lebih luas, mendukung asta cita.

Mereka membantu anggota mencapai kestabilan ekonomi keluarga melalui usaha peningkatan pendapatan, yang dampaknya mencakup aspek pendidikan, kesehatan, dan konsumsi keluarga, Didirikan atas inisiatif para wanita di Ajaobaki, kelompok Wanita tani ini terbentuk pada tahun 2013 dengan 25 anggota aktif.

Mereka memulai usaha kecil-kecilan yang kini berkembang menjadi sumber pendapatan serta solidaritas kelompok bagi perempuan tani setempat, bukan hanya karena potensi usaha, tetapi juga peran sosial dan kontekstualnya dalam pemberdayaan ekonomi perempuan tani.

Dengan mengolah berbagai hasil pertanian lokal seperti singkong, ubi, wortel, pisang, kunyit, jahe, hingga temulawak menjadi aneka produk olahan, mulai dari keripik, brownies, minuman instan, hingga minuman khas Jasuku (jahe, susu, kunyit). Namun, kelompok ini masih menghadapi kendala pada kapasitas produksi dan pemasaran.

Untuk menjawab tantangan tersebut, tim pengabdi yang dipimpin oleh Novi Theresia Kiak memberikan pelatihan dan pendampingan dalam dua aspek utama: produksi dan pemasaran.

Pada aspek produksi, mitra dilatih menggunakan teknologi tepat guna seperti mesin perajang, spinner dan sealer agar kualitas produk meningkat serta harga jual dapat disesuaikan dengan metode Harga Pokok Penjualan (HPP).

Sementara itu, pada aspek pemasaran, tim memberikan pelatihan digital marketing melalui e-commerce seperti Shopee dan Tokopedia, serta memperkenalkan sistem pembayaran digital Qris. Selain itu, strategi pemasaran offline juga dikembangkan dengan membangun jaringan distribusi produk ke toko ritel modern seperti Alfamart dan Indomaret.

Kami berharap melalui program ini, pendapatan keluarga petani meningkat, sekaligus membuka peluang kerja baru bagi masyarakat desa, ujar Ketua Tim Pengusul, Novi Theresia Kiak, SE.,M.SE. Dalam rangka meningkatkan kapasitas usaha masyarakat, tim pengusul program menyerahkan sejumlah peralatan produksi kepada kelompok mitra.

Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Nusa Cendana memberikan peralatan produksi kepada Kelompok Wanita Tani di Desa Ajaobaki, Kecamatan Mollo Utara, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS) / foto: ist

Penyerahan tersebut berlangsung secara sederhana namun penuh makna.Adapun peralatan yang diberikan antara lain spinner, sealer, desain kemasan, serta mesin pemotong. Peralatan ini diharapkan dapat menunjang produktivitas, meningkatkan kualitas produk, serta memperluas pasar bagi usaha masyarakat.

Masyarakat menyambut baik bantuan tersebut dan berkomitmen untuk memanfaatkannya secara optimal. Kegiatan ini tidak hanya melibatkan masyarakat, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari sejumlah anggota serta narasumber yang hadir. Kegiatan Didukung Anggota PKM, Sarlyn Nawa Pau, SE.,M.Sc , Yuri Sandra Faah, S.Sos.,MM dan juga beberapa Narasumber bidang pemasaran Clarce Sarliana Maakh, S.Si.,MM, dan Andre Paulus Loe, S.Pd.,M.Pd dan juga Narasumber bidang peningkatan biaya produksi Yohana Febiani Angi SE., MAKS, dan juga Maria Indriyani Hewe Tiwu SE., M.Sc Kehadiran mereka memberikan kontribusi penting, baik dalam bentuk pendampingan, motivasi, maupun berbagi pengalaman. Dengan adanya dukungan tersebut, kegiatan semakin berjalan lancar dan memberi manfaat nyata bagi peserta.

Dengan adanya program pemberdayaan ini, diharapkan kelompok Wanita Tani UP2K Suka Maju mampu mandiri, memperluas pasar, dan menjadi penggerak ekonomi kreatif Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani UP2K Desa Ajaobaki Melalui Hilirisasi Produk Lokal Mewujudkan Cita Ekonomi Mandiri Dalam Asta Cita.(*)