Warga TTU Protes Pengerjaan Jembatan Tak Kunjung Selesai

  • Bagikan

EXPONTT.COM – Sejumlah warga Kelurahan Tubuhue, Kecamatan Kota Kefamenanu, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) mengeluhkan pengerjaan jembatan penghubung yang tak kunjung rampung meski batas waktu telah lewat.

Pengerjaan jembatan yang belum selesai tersebut mengakibatkan terganggunya aktivitas masyarakat.

Warga biasanya menggunakan jalur alternatif lain dengan mengikuti sungai, namun akses itu tertutup jika hujan karena banjir.

Dilansir dari digtara.com, seorang warga, Samuel Lopes mengatakan, mereka kesulitan bepergian karena jalan yang tidak memadai apalagi disaat hujan.

Baca juga: Tidak Terima Dimaki, Pemuda di Rote Ndao Tega Bacok Kakak Kandung

“Kami kesulitan kalau (musim) hujan begini,” kesalnya.

“Dari dan ke kota tidak bisa kalau hujan apalagi banjir. Kami harus putar belasan kilometer untuk sampai ke tujuan,” ungkapnya.

Samuel berharap, Jembatan Naen sebagai penghubung Sasi dan Tubuhue ini bisa cepat diselesaikan pengerjaannya, sehingga aktivitas warga kembali normal.

Warga lain, Alfredo Bano menambahkan, jika dilihat dari perkembangan pembangunan, fisik jembatan tersebut belum bisa selesai dikerjakan tahun 2022 ini.

Baca juga: Pengakuannya Jadi Kontroversi, Santy Ungkap Alasan Lapor Polisi Sebelum Hasil Outopsi Astri Lael Keluar

“Informasi yang kita dapatkan 19 Desember lalu sudah harus selesai dikerjakan. Ukuran jembatan ini dalam gambar lebarnya harus 12 meter, tapi ini yang kita lihat hanya delapan meter saja,” jelasnya.

Bahkan Alfredo mengatakan, ada dua nama oknum jaksa yang selalu disebut jika masyarakat mempertanyakan perkembangan proyek tersebut. Sehingga mereka memilih untuk diam karena takut.

“Katanya di belakang ini ada dua orang jaksa jadi kami hanya diam saja, tidak bisa tegur. Kalau tidak ada dua orang ini pasti ada demo besar-besaran, kami tidak bisa tanya kapan selesai karena kami takut jaksa dua orang ini,” bebernya.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Januarius T. Salem tidak berhasil dikonfirmasi.

Baca juga: Jefri Riwu Kore Enggan Keluar Dari Partai Demokrat

Saat dihubungi, dia mengaku sedang mendampingi Wakil Bupati melantik kepala desa.

“Langsung dgn PPK saja, karena saya masih dampingi pak Wakil (bupati) ikut pelantikan kepala desa,” balasnya dalam pesan singkat.

Dia juga merekomendasikan untuk menghubungi pejabat pembuat komitmen (PPK) jembatan Naen, namun nomornya tidak bisa dihubungi.

Jembatan Naen dikerjakan dengan pagu anggaran sebesar Rp 19.210.000.000,00 (Rp 19,0 M) dari APBD 2021.
Proyek ini mulai dikerjakan 22 Juli 2021 lalu.
♦digtara.com

Baca juga: Jekson Manafe Kakak Kandung Astri Manafe Tulis Surat Terbuka untuk Keluarga Badjideh, Apa Isinya?

  • Bagikan