EXPONTT.COM, KUPANG – Pemerintah Kota Kupang mendapat bantuan riset berdampak dari Universitas Nusa Cendana (Undana) senilai Rp1 miliar.
Bantuan tersebut diberikan dalam bentuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat pada tahun 2026 dengan fokus pada isu-isu strategis pembangunan Kota Kupang.
Secara simbolis bantuan diserahkan oleh Rektor Undana Prof. Jefri Bale kepada Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, dalam acara Rapat Tinjauan Manajemen (RTM) Undana di Hotel Harper Kupang, Selasa, 24 Februari 2026.
Wali Kota Kupang, usai penyerahan menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas komitmen akademik yang dinilai sangat strategis bagi arah pembangunan daerah.
“Kita membuat kebijakan harus berdasarkan kajian. Tidak bisa top down. Orang butuhnya apel, jangan kita kasih jeruk. Supaya tepat sasaran, kita memang butuh penelitian,” tegasnya.
Ia berharap hasil-hasil penelitian tersebut tidak hanya berhenti sebagai dokumen akademik, tetapi benar-benar diterjemahkan menjadi kebijakan konkret yang berpihak pada kebutuhan masyarakat.
“Jangan sampai hanya berhenti di rak perpustakaan. Penelitian ini harus mewujud nyata dalam kebijakan yang berdampak langsung bagi warga,” tambahnya.
Wali Kota Kupang juga membuka ruang kolaborasi lebih lanjut dengan Undana, dengan memberi kesempatan kepada perangkat daerah untuk mengusulkan sektor-sektor prioritas yang membutuhkan kajian ilmiah.
Sementara itu, Rektor Undana menegaskan bahwa komitmen tersebut merupakan bagian dari tanggung jawab moral perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan daerah.
“Kami akan melakukan komunikasi intens dengan Pemerintah Kota Kupang untuk menentukan aspek mana yang menjadi prioritas tahun ini. Fokusnya bisa pada pengelolaan sampah, penguatan ekonomi masyarakat, maupun reformasi birokrasi,” jelasnya.
Ia menambahkan, filosofi “kampus berdampak” harus terasa sejak tahap perencanaan, bukan hanya saat hasil penelitian dipublikasikan.
Selain Pemerintah Kota Kupang, Undana juga menyerahkan bantuan riset berdampak kepada Pemerintah Provinsi NTT serta sejumlah pemerintah kabupaten, antara lain Kabupaten Kupang, Timor Tengah Selatan, Rote Ndao, Sumba Timur, Sumba Tengah, dan Ngada.(*)








