Cuaca Ekstrem, DPRD Kota Kupang Minta Pemkot Tingkatkan Kesigapan

Sebuah mobil tertimpa pohon di Jalan Fetor Foenay, Keluarahan Kolhua, Kamis, 12 Februari 2026 / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola meminta Pemerintah Kota Kupang meningkatkan kesigapan di tengah cuaca ekstrem yang beberapa waktu belakangan terjadi.

Hal itu diminta Jabir Marola setelah sejumlah kejadian hujan dan angin kencang yang melanda dan mengakibatkan kerugian bagi warga.

Di Alak misalnya sejumlah rumah rusak parah akibat terpaan angin kencang pada Januari 2026 lalu, namun BPBD Kota Kupang nampak baru datang saat Wali Kota Kupang, Christian Widodo menyambangi lokasi tersebut.

Baca juga:  Plt Kadis Pendidikan Kota Kupang Minta Orang Tua Lapor Polisi Jika Anak Alami Kekerasan di Sekolah

Sementara di Kelurahan Kolhua, sebuah pohon tua tumbang dan mengakibatkan sebuah tempat usaha cuci motor milik warga rusak dan satu mobil yang memuat satu keluarga ringsek saat melintas. Untungnya tidak ada korban jiwa dalam dua kejadian tersebut.

Baca juga:  Tingkatkan Kemampuan Mengajar, Pemkot Kupang Bekali Guru SMP dengan 5 Model Pembelajaran

Lebih lanjut, dalam sejumlah reses yang dilakukan di daerah pemilihan-nya, Jabir Marola mengungkapkan mendapatkan keluhan warga yang menyebut lambatnya respons instansi terkait dalam menindaklanjuti permintaan pemangkasan pohon-pohon besar yang rimbun yang rawan tumbang atau patah, khususnya di Kelurahan Air Nona dan Kelurahan Oeba.

Wakil Ketua DPRD Kota Kupang, Jabir Marola / foto: Gorby Rumung
Baca juga:  Plt Kadis Pendidikan Kota Kupang Minta Orang Tua Lapor Polisi Jika Anak Alami Kekerasan di Sekolah

Dirinya mengingatkan cuaca ekstrem yang disertai angin kencang berisiko tinggi mencelakai pengguna jalan atau menimpa bangunan warga. “Jangan tunggu ada korban nyawa,” tegasnya, Kamis, 19 Februari 2026.

Untuk itu, Jabir Marola meminta kesigapan Pemkot Kupang melalui dinas teknis untuk meningkatkan kesigapan melalui langkah-langkah mitigasi secara proaktif, terutama melakukan pemangkasan pohon di titik-titik rawan di Kota Kupang.(*)