Kisah Nyata Hanok Teuf “Pembantu Lalu“ PN Klas 1 Kupang Sejak 2010

“Bapa Hari Ini Kita Makan Apa, Beras Habis”

EXPONTT.COM – Kisah nyata Hanok Teuf pria berusia 81 tahun berprovesi sebagai “pembantu lalu” di lingkungan Pengadilan Negeri Klas 1 Kupang sejak 2010. Mengapa pembantu lalu? Semula, Hanok adalah tukang parkir di lingkungan Kantor PN Klas I Kupang di Jalan Palapa. Setelah beberapa saat sebagai tukang parkir lepas, Hanok mengaku pindah profesi sebagai pembantu lepas berkarya apa saja.

Hanok bukan pembantu tetap atau diangkat sebagai pembantu oleh ASN di PN Kupang. Tetapi Hanok, sejak pagi dinihari sudah bergegas dari rumahnya di Manutapen Kota Kupang dan bergegas ke PN Kupang. “Saya bukan pembantu tetap, tetapi saya sudah rasa memiliki dan menjadi sumber hidup membiayai keluarga dari kemurahan kawan-kawan di lingkungan PN Kupang ini. Saya mau disuruh apa saja oleh teman-teman misalnya membeli rokok, membeli makan di warung dan suruh apa saja saya jalani dengan sukacita. Ini saya jalani sejak 2010 sampai hari ini 5 April 2023 ini. Saya senang sekali, kemarin pagi anak nona saya yang bungsu bisik kepada saya, Bapa beras habis, kita makan apa hari ini.

Saya menjawab anak saya, nanti bapa ke kantor PN Kupang dulu pagi-pagi ini. Siapa tau ada teman-teman bapa atau pengunjung yang sedang berperkara mau kasi bapa sekadar beli beras. Ternyata Tuhan Yesus baik mau menolong saya, ada teman ASN PN yang kasi sehingga saya singga di warung beli beras. Sisa uang saya kasi ke anak saya untuk beli kangkung. Sehingga kami bisa makan dua hari. ”Kisah ini dituturkan kepada expontt.com di pelataran PN Klas 1 Kupang, Rabu 5 April 2023 siang.

Hanok mengaku dilahirkan di Amarasi 29 September 1942 atau saat ini berusia 81 tahun. Dari kisah yang dituturkan, Hanok Teuf polos dari hati terdalam. Ketika pagi hari, Hanok datang sebelum ASN PN Kupang belum datang. Hanok berperan aktif layaknya profesi pembantu, yaitu membersihkan halaman dan ruangan-ruangan. Semua tanpa diperintah atau instruksi atas.

Dalam dunia karya dan profesi dikenal dengan istilah owner yaitu memerintah diri, berdisiplin diri tanpa dibutuhkan selembar kertas yang berisi surat keputusan atau roster seharian apa yang harus dikerjakan dari jam sekian ke jam sekian. Hanok seakan berkerja dengan insting, dari pagi sudah bergegas, dan kembali kerumahnya di Manutapen Kota Kupang setelah semua ASN pulang kantor. Hanok baru pulang ke rumahnya setelah semua sarana dan fasilitas di kantor sudah beres.

Hanok yang adalah seorang duda dengan enam orang anak sudah mandiri dan sudah menikah harus menghidupkanbeberapa anak yang masih bersamanya. Sebagai seorang duda di usia sudah uzur, seorang Hanok tetap semangat layaknya manusia yang masih muda dan produktif. Bagi pengunjung PN Klas I Kupang pasti mengenal wajahnya. Hanok tidak pernah diam terus berjalan, berjalan dan berjalan dengan gesit, ketika disuruh apa saja oleh rekan dan sahabatnya di PN Kupang. Itu sekilas kisah Hanok Teuf sang “pembantu lalu” di lingkungan PN Klas I Kupang. ♦ wjr