EXPONTT.COM, KUPANG – Wali Kota Kupang, dr. Christian Widodo, mendorong pengurus Forum Pembauran Kebangsaan (FPK) NTT untuk terus mengoptimalkan peran seluruh paguyuban etnis Nusantara yang ada di Kota Kupang untuk terlibat langsung membangun kota Kupang.
Hal itu disampaikan dr. Christian Widodo dalam acara Silaturahmi Lintas Etnis yang digelar FPK NTT, Rabu, 29 April 2026 di Aula Rumah Jabatan Wali Kota Kupang.
Christian Widodo memberikan apresiasi tinggi kepada semua pengurus FPK NTT terutama para ketua paguyuban etnis nusantara di Kota Kupang yang telah memberikan dukungan paripurna dalam kegiatan gelar Karnaval Budaya dalam rangka HUT Kota Kupang ke-140 dan HUT Otonomi ke-30 kota Kupang pada Sabtu,25 April 2026.
Acara silahturahmi dihadiri Kabid Ormas Badan Kesbangpol NTT, Christin Conterius mewakili Kaban Kesbangpol NTT, Pejabat dari Kesbangpol Kota Kupang Noce Nus Loa, Ketua FPK NTT Theo Widodo dan jajaran, Ketua Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB) NTT Prof.Yuliana Saloso, Ketua Forum Kewaspadaan Dini Masyarakt (FKDM) NTT Prof. Alo Liliweri, Mantan Ketua FPK NTT Dr.Pius Rengka, Ketua FPK Kota Kupang Umbu Saga Anakaka dan Ketua FKUB Kota Kupang Pdt. Mercy Patikawa
Hadir juga para tokoh agama yang memberikan Pesan-Pesan Kebangsaan antara lain Ketua Sinode GMIT Pdt. Robert Litelnoni,STh, Vikep Kupang Romo John Rusae, Ketua MUI Kota Kupang Haji Muhammad MS, dari PHDI Jero Gede Supardi serta doa bersama yang disampaikan Ketua FKUB Kota Kupang Pdt. Mercy Patikawa.
dr. Chistian Widodo juga menyampaikan terima kasih para pengurus FPK dan jajaran yang telah membantu pemerintah dalam berbagai program pembangunan dan pelayanan kemasyarakatan di Kota Kupang selama ini.
Keberagaman di Kota Kupang katanya bukan menjadi penghalang tapi kekuatan, bukan menjadi jarak pemisah tapi menjadi jembatan untuk maju bersama.
“Harmoni itu seimbang, kita tidak bisa menyamakan semua orang, tak bisa seragamkan semua orang, setiap orang itu lahir dengan keunikan masing-masing tapi bisa hidup bersama dalam harmoni yang seimbang,” ujarnya.
Menurut Christian, Kota Kupang adalah miniaturnya Indonesia, semua suku agama etnis ada disini dan hidup berdampingan secara damai dalam harmoni dan keberagaman.
Oleh karena itu kehadiran FPK dengan segala visi misi dan program kerjanya dinilai sangat membantu pemerintah Kota Kupang dan provinsi NTT tentunya.
Christian Widodo mendorong FPK NTT untuk terus menggalang dukungan dan mengajak semua paguyuban etnis terutama dari masing-masing kabupaten/kota yang berdomisili di Kota ini untuk memiliki wadah sehingga bisa dengan mudah juga diberi perhatian dari pemerintah.
“Ini tugas baru saya titipkan kepada pak Ketua dan jajaran pengurus FPK NTT untuk nanti mengajak lagi semua komunitas paguyuban yang belum bergabung untuk bisa bersama di forum ini. Apa yang pemerintah perlu bantu kita siap bantu agar semua bergerak bersama membangun kota ini,” kata Christian.
Pesan-Pesan Kebangsaan
Dalam acara Silaturahmi Lintas Etnis yang digelar FPK NTT, para tokoh agama didaulat menyampaikan pesan-pesan kebangsaaan secara berurutan dimulai dari pengurus PHDI Kupang Jero Gede Supardi, Ketua MUI Kota Kupang Haji Muhammad MS, Ketua Sinode GMIT Pdt. Robert Litelnoni,STh dan diakhiri Vikep Kupang Romo John Rusae.
Dalam pesan-pesannya yang disampaikan secara lugas dan penuh sukacita, semua tokoh agama mendorong perlunya hidup rukun, damai, saling menghasihi, bela rasa dan juga menjaga toleransi sebagai nilai paling hakiki dalam keberagaman sesama makluk ciptaan Tuhan.
Para tokoh agama juga menyoroti penting persatuan dalam bingkai pancasila dan NKRI, mewariskan nilai-nilai lutuh bangsa yang diletakan dasarnya oleh para founding fathers (pendiri bangsa).








