Sempat Terancam Putus Sekolah, Murid MIS di Nagekeo Dapat Beasiswa Yayasan Sieben Aehren Jerman

Penanggung jawab (PJ) Yayasan Sieben Aehren Cabang Kota Mbay, Muhsin Abdullah Goa Papu, saat menemui Syarini Ela, murid kelas IV di MIS Al-Ikhlas Aloripit, Senin, 27 April 2026 / foto: Bambang Nurdiansyah

EXPONTT.COM, KUPANG – Di usia yang seharusnya dipenuhi mimpi dan tawa sekolah, Syarini Muaimin Ela (11) murid kelas IV di MIS Al-Ikhlas Aloripit, Kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo, justru dihadapkan pada ancaman putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi. Harapan yang hampir padam itu akhirnya kembali menyala setelah Yayasan Sieben Aehren hadir memberikan beasiswa, membuka jalan bagi masa depannya.

Yayasan Sieben Aehren. yang berbasis di Jerman dan memiliki kantor perwakilan di Jakarta tersebut memberikan bantuan biaya pendidikan kepada Syarini, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga Sekolah Menengah Atas (SMA).

Baca juga:  Forum Pemuda NTT Bantu Bangun Rumah Layak Huni untuk Warga Miskin di Kupang

Penanggung jawab (PJ) Yayasan Sieben Aehren Cabang Kota Mbay, Muhsin Abdullah Goa Papu, mengatakan bahwa pihaknya berkomitmen untuk mendampingi pendidikan anak-anak binaan hingga jenjang menengah atas.

“Yayasan bertanggung jawab terhadap biaya pendidikan Syarini melalui pemberian beasiswa setiap bulan,” ujarnya di Mbay, Senin, 27 April 2026.

Beasiswa PIP

Selain dukungan dari lembaga internasional, Syarini juga mendapatkan perhatian dari pihak sekolah melalui program bantuan pemerintah. MIS Al-Ikhlas Aloripit aktif memanfaatkan Program Indonesia Pintar (PIP) untuk membantu siswa yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Baca juga:  Arra Clinic dan Morula IVF Surabaya Hadirkan Layanan Bayi Tabung Pertama di NTT, 50 Pasang Sudah Mengantre

Melalui upaya tersebut, Syarini termasuk salah satu siswa yang berhasil menerima bantuan PIP. Bantuan ini digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan seperti perlengkapan sekolah dan biaya penunjang belajar lainnya.

Kepala madrasah, Mariam Woni, menegaskan bahwa pihak sekolah terus berupaya memastikan seluruh siswa mendapatkan akses pendidikan yang layak.

“Sebagai lembaga pendidikan, kami memiliki tanggung jawab untuk memastikan setiap anak mendapatkan haknya dalam memperoleh pendidikan yang layak. Program PIP menjadi salah satu solusi nyata dalam membantu siswa yang membutuhkan,” ujar Mariam.

Baca juga:  Stok Beras Tembus 5 Juta Ton, Bulog NTT Maksimalkan Penyerapan

Ia menambahkan, pihak sekolah secara aktif mendata dan mengusulkan siswa-siswa yang layak menerima bantuan, agar tidak ada anak yang terhambat pendidikannya karena faktor ekonomi.

Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak, baik yayasan internasional maupun program pemerintah, diharapkan siswa seperti Syarini dapat terus melanjutkan pendidikan dan meraih cita-cita di masa depan.(***)