EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena meminta agar pihak PT. PLN dapat berkomunikasi secara baik dengan masyarakat guna meminimalisir kesalapahaman terkait pengembangan Energi Baru Terbarukan termasuk Geothermal.
Hal itu disampaikan Melki Laka Lena saat menerima audiensi PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Nusa Tenggara (UIP Nusra) di Rumah Jabatan Gubernur pada Kamis, 29 Agustus 2025.
“Komunikasi jangan tertutup. Hal-hal baik yang teman-teman kerjakan itu mesti disampaikan juga kepada masyarakat kita,” ungkapnya kepada General Manager PLN (persero) UIP Nusra, Rizki Aftarianto.
Dalam kesempatan tersebut, PLN UIP Nusra mendiskusikan terkait pengembangan pembangkit listrik dan Energi Baru Terbarukan di NTT berbasis potensi mulai dari PLTS, Geothermal, angin dan air.
Terkait itu, Gubernur Melki Laka Lena mengingatkan agar pembangkit yang sudah ada harus dikerjakan dan dikelola dengan baik sesuai standar dan prosedur yang baik serta memenuhi harapan masyarakat.
Dalam kesempatan pertemuan ini, Gubernur Melki juga membeberkan pertemuannya dengan Presiden Prabowo pada Rabu, 27 Agustus 2025. Dikatakannya, NTT sebagai provinsi yang memiliki potensi Energi Baru Terbarukan mendapat atensi khusus dari Pemerintah Pusat.
“Kemarin dalam pertemuan itu, Pak Prabowo beberapa kali sebut soal NTT, baik soal air, pangan dan juga mengenai swasembada energi,” tutur Gubernur.
Terkait dengan pengembangan Energi Baru Terbarukan di provinsi ini, Gubernur Melki Laka Lena menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi NTT akan terus bersinergi dengan PT. PLN dalam menghadirkan akses dan layanan listrik bagi masyarakat.
Sementara itu, Rizki Aftarianto selaku General Manager PLN (persero) UIP Nusra mengatakan proyeksi pengembangan Energi Baru Terbarukan di NTT selama sepuluh tahun ke depan menjangkau 78 proyek yang akan dikembangkan di seluruh NTT dengan total daya seluruhnya mencapai 947 MW.
“proyeksi sepuluh tahun di NTT akan dibangun 78 projek Energi Baru Terbarukan yang terdiri dari PLTS, Panas Bumi dan Angin termasuk Air juga, totalnya 947 MW yang akan dikembangkan di semua pulau di NTT,” jelas Rizki.(*)








