Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK
Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Apakah hati, pikiran dan mulut kita, masih dijaga dan dirawat dengan baik? Harapannya demikian, sehingga tidak kotor.
Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 13: 16 – 20, yakni Yesus membasuh kaki murid-murid-Nya. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus tidak hanya membasuh kaki murid-murid-Nya, tetapi Ia juga mau membasuh kita, sesuatu yang jauh lebih dalam, yakni: hati, pikiran, dan mulut kita. Mengapa? Karena ketiganya adalah pusat yang menentukan arah hidup kita. Pertama HATI: Mengapa HATI perlu dibasuh? Karena HATI kita sering keras oleh ego dan gengsi. Yesus menunjukkan bahwa HATI yang rendah HATI sanggup melayani dan mengampuni. Kedua PIKIRAN: Mengapa PIKIRAN perlu dibasuh? Karena PIKIRAN kita mudah keruh oleh curiga, iri, dan dendam. PIKIRAN Yesus tetap jernih bahkan terhadap Yudas, Petrus, para algojo yang mencambuk-Nya, mengajar kita untuk berpikir murni tanpa racun kebencian. Ketiga MULUT: Mengapa MULUT perlu dibasuh? Karena MULUT kita bisa jadi sumber BERKAT atau LUKA. Yesus tidak mengumbar aib, melainkan menuturkan KASIH dan KEMULIAAN Bapa. MULUT yang bersih lahir dari HATI dan PIKIRAN yang sudah dibasuh. Maka jelas: Yesus tidak hanya membasuh kaki, Ia membasuh inti diri kita agar IMAN nyata dalam sikap, kata dan perbuatan.
Pesan Untuk Kita
Para saudaraku, di zaman ini, HATI mudah keras, PIKIRAN cepat tercemar, dan MULUT sering melukai. Karena itu, biarkan Yesus membasuh kita hari ini. Saat HATI dibasuh, kita rela merendah. Saat PIKIRAN dibasuh, kita belajar jernih. Saat MULUT dibasuh, kita sanggup menebar kata yang menghidupkan. Ingat, siapa yang berani dibasuh oleh Kristus, akan keluar membawa KASIH yang murni, membasuh dunia bukan dengan KATA-KATA kosong, melainkan dengan SIKAP yang menyembuhkan.
Pertanyaan Refleksi
1. Apakah ada kesombongan atau gengsi dalam hatiku yang membuatku sulit merendah dan melayani dengan tulus?
2. Hal-hal apa yang sering mengotori pikiranku: curiga, iri, atau dendam dan bagaimana aku bisa membiarkan Yesus menjernihkannya?
3. Bagaimana aku dapat menggunakan mulutku bukan untuk melukai, tetapi untuk menebarkan kata-kata yang menguatkan dan membangun?
Selamat berefleksi🙏🙏
Doa Singkat
Tuhan Yesus, aku datang kepada-Mu dengan hati yang sering sombong, pikiran yang mudah tercemar, dan mulut yang kadang melukai. Basuhlah aku, ya Tuhan, bersihkan hatiku agar rela merendah, jernihkan pikiranku agar penuh KASIH, dan sucikan mulutku agar menebarkan berkat. Jadikan hidupku pantulan kasih-Mu, sehingga melalui sikap dan kata, aku dapat membasuh dunia dengan CINTA yang murni. Amin.








