Kota Kupang Keluar dari 10 Besar Kota Toleran

Patung Tirosa Kota Kupang / foto: Gorby Rumung

EXPONTT.COM – Kota Kupang keluar dari 10 besar kota toleran se-Indonesia tahun 2025 dalam penilaian Indeks Kota Toleran (IKT) Setara Institute yang dirilis secara resmi dalam Peluncuran dan Penghargaan IKT 2025 di Jakarta, Rabu, 22 April 2026.

Kota Kupang gagal menempati daftar 10 besar kota toleran setelah tujuh tahun berturut-turut sejak tahun 2018.

Baca juga:  DJPb: Kinerja Fiskal Pemkot Kupang Terbaik se-Bali Nusra

Berdasarkan hasil studi, sepuluh kota dengan skor toleransi tertinggi secara berurutan diraih oleh daerah-daerah sebagai berikut:

1. Salatiga
2. Singkawang
3. Semarang
4. Pematang Siantar
5. Bekasi
6. Sukabumi
7. Magelang
8. Kediri
9. Tegal
10. Ambon

Adapun objek kajian IKT 2025 mencakup 94 kota dari total 98 kota yang tersebar di seluruh Indonesia.

Baca juga:  Ratna Megasari Tak Hadir Mediasi, Fransisco Bessi Fitnah Jesica Sodakain

Pengukuran tersebut mengandalkan empat variabel yang dielaborasi menjadi delapan indikator, meliputi regulasi pemerintah, regulasi sosial, tindakan pemerintah, serta demografi sosio-keagamaan.

Direktur Eksekutif SETARA Institute, Halili Hasan, dalam acara Peluncuran dan Penghargaan IKT 2025, menyoroti kondisi kota-kota yang berada di posisi terbawah dan urgensi pembenahan ekosistem toleransi di wilayah tersebut.

Baca juga:  Program Pemkot Kupang “Top Ranger” Dilirik Tim SIAP SIAGA dan Australia

​”Secara garis besar, kota-kota pada peringkat 10 besar kota dengan skor terendah pada IKT 2025 masih menghadapi tantangan pada aspek kepemimpinan politik (political leadership) dan kepemimpinan birokrasi (bureaucratic leadership) yang kurang kondusif dalam pemajuan toleransi,” kata Halili.

​Kelemahan kepemimpinan tersebut kerap bermuara pada kristalisasi favoritisme terhadap kelompok tertentu serta formalisasi peraturan-peraturan daerah yang berbasis agama.(*)