EXPONTT.COM, KUPANG – Wakil Wali Kota Kupang, Serena Francis, membuka kegiatan Jambore Cabang VI Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kupang Tahun 2026 yang berlangsung di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kamis, 23 April 2026.
Jambore Cabang VI Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Kota Kupang Tahun 2026 dilaksanakan pada tanggal 22 hingga 25 April 2026 di Bumi Perkemahan Fatubena, Kelurahan Kolhua, Kota Kupang.
Kegiatan ini diikuti oleh 430 peserta, didampingi 52 pembina pendamping, serta dihadiri 17 peninjau dan didukung oleh 75 orang panitia.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa pelaksanaan jambore tingkat cabang di Kota Kupang terakhir kali digelar pada tahun 2000. Setelah 26 tahun, kegiatan ini kembali dilaksanakan dan menjadi momentum penting kebangkitan gerakan pramuka di Kota Kupang.
“Adik-adik patut bersyukur dan bergembira, karena hari ini kita menyaksikan kebangkitan pramuka di Kota Kupang. Pemerintah Kota Kupang di bawah kepemimpinan Bapak Wali Kota, dr. Christian Widodo, bersama saya sebagai Wakil Wali Kota, berkomitmen untuk menghidupkan kembali gerakan pramuka serta mendukung para pembina dan pengurus,” ujarnya.
Serena Francis menegaskan, Jambore Cabang bukan sekadar kegiatan berkemah, melainkan ruang pembinaan strategis bagi generasi muda. Melalui kegiatan ini, peserta dilatih membangun mental yang kuat, kemampuan bekerja sama, komunikasi yang efektif, serta membentuk karakter disiplin, mandiri, tangguh, dan memiliki kepedulian sosial.
Mengusung tema “Dari Perkemahan Kita Bangun Kota Kupang sebagai Rumah Besar Kita Bersama”, kegiatan ini dinilai sangat relevan dengan kondisi masyarakat Kota Kupang yang majemuk.
“Kota Kupang adalah rumah bagi kita semua yang terdiri dari berbagai suku, agama, budaya, dan golongan. Dalam keberagaman tersebut, kita terus membangun kehidupan yang rukun, damai, dan saling menghargai,” tambahnya.
Wakil Wali Kota Kupang juga menegaskan, lokasi Bumi Perkemahan Fatubena merupakan aset Pemerintah Kota Kupang yang telah direkomendasikan sebagai pusat kegiatan kepramukaan. Lahan seluas kurang lebih 6 hektare dimanfaatkan dengan pembagian 3 hektare untuk area perkemahan dan 3 hektare untuk kawasan konservasi.
“Kebijakan ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam mendukung gerakan pramuka sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan. Pembangunan generasi muda harus sejalan dengan kesadaran menjaga alam,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya pengamalan nilai Trisatya dan Dasa Dharma dalam kehidupan sehari-hari, serta mendorong peserta menjadi duta pramuka di lingkungan masing-masing.
Di tengah perkembangan zaman, generasi muda pramuka diharapkan menjadi pribadi yang adaptif, inovatif, produktif, serta kuat secara moral dan sosial.
Serena Francis, turut menyampaikan bahwa peserta terbaik, masing-masing 8 putra dan 8 putri, akan diseleksi untuk mewakili Kota Kupang pada Jambore tingkat Provinsi NTT pada bulan Juli mendatang, di mana Kota Kupang akan menjadi tuan rumah.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Kwartir Daerah Gerakan Pramuka Nusa Tenggara Timur, Drs. Sinun Petrus Manuk, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Kupang atas dukungan nyata terhadap gerakan pramuka, khususnya dalam penyediaan lahan Bumi Perkemahan Fatubena.
Ia menilai langkah tersebut sebagai bentuk komitmen yang kuat, mengingat tidak semua daerah memberikan perhatian khusus dengan menyediakan lahan yang memadai bagi kegiatan kepramukaan. Bahkan, lahan yang diberikan dinilai sangat representatif untuk pengembangan kegiatan hingga tingkat daerah.
Selain itu, ia mengungkapkan bahwa dalam waktu dekat Kota Kupang akan menjadi tuan rumah Jambore Daerah ke-10 dengan partisipasi mayoritas kwartir cabang se-NTT.
Ia mendorong peserta Jambore Cabang untuk berkompetisi secara optimal karena akan dipilih sebagai kontingen yang mewakili Kota Kupang, serta perlu dipersiapkan melalui pemusatan latihan lanjutan agar mampu bersaing di tingkat daerah maupun nasional.(*)








