MTQ VIII Nagekeo 2026: Mewujudkan Generasi Qurani yang Berprestasi dan Moderat

Panitia Penyelenggara MTQ VIII Nagekeo 2026, Silvester Teda Sada / foto: Bambang Nurdiansyah

EXPONTT.COM, MBAY – Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-VIII tingkat Kabupaten Nagekeo resmi digelar pada 29 April hingga 2 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam membangun karakter masyarakat yang religius sekaligus memperkuat nilai moderasi beragama.

Mengusung tema “Melalui MTQ VIII Kita Lahirkan Generasi Qurani yang Berprestasi, Moderat, dan Menjunjung Tinggi Nilai Toleransi Menuju Nagekeo yang Maju, Sejahtera, dan Harmoni”, ajang ini tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga pembinaan mental dan spiritual generasi muda.

Atas nama Panitia Penyelenggara, Silvester Teda Sada, dalam sambutannya menegaskan bahwa MTQ bukan sekadar perlombaan membaca Al-Qur’an.

Menurutnya, MTQ merupakan instrumen strategis dalam membentuk masyarakat yang religius, moderat, dan berakhlak mulia.
“MTQ menjadi wadah untuk menjaring qori dan qoriah, hafiz dan hafizah terbaik yang nantinya akan mewakili Kabupaten Nagekeo ke tingkat yang lebih tinggi,” ujarnya.

Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan mempererat ukhuwah Islamiyah serta meningkatkan literasi Al-Qur’an di tengah masyarakat.

Adapun cabang lomba yang dipertandingkan meliputi seni baca Al-Qur’an (tilawah) untuk golongan anak, remaja, dan dewasa, serta tartil khusus anak-anak. Selain itu, terdapat cabang hafalan Al-Qur’an (hifzil) untuk kategori 1 juz, 5 juz, dan 10 juz.

Tak hanya itu, lomba syarhil Qur’an yang menggabungkan pidato dan penafsiran isi Al-Qur’an secara beregu juga menjadi bagian dari kompetisi. Cabang lainnya adalah pildacil (pemilihan da’i cilik) serta fahmil Qur’an atau cerdas cermat Al-Qur’an.

Melalui berbagai cabang tersebut, MTQ diharapkan mampu menjadi ajang kompetisi yang profesional sekaligus sarana pembinaan berjenjang di tingkat kabupaten.

Silvester menambahkan, tujuan utama pelaksanaan MTQ adalah menumbuhkembangkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an, meningkatkan kualitas bacaan, serta memperdalam pemahaman terhadap isi kandungannya.

“Dari sini kita harapkan lahir generasi Qurani yang tidak hanya unggul dalam prestasi, tetapi juga mampu membawa nama baik Kabupaten Nagekeo hingga ke tingkat Provinsi Nusa Tenggara Timur bahkan nasional,” katanya.

Pelaksanaan MTQ VIII ini pun diharapkan menjadi tonggak penting dalam mencetak generasi Qurani yang berdaya saing sekaligus menjunjung tinggi nilai toleransi dalam kehidupan bermasyarakat.(***)