Veronika Aja: Bupati Perlu Mobil Baru, Dewan Tidak Butuh Karena Malas Kunjungi Rakyat

mobil dinas pemkab nagekeo

EXPONTT.COM – Adalah Veronika Aja, kader Partai Nasdem yang gerah dengan kritikan sejumlah oknum anggota dewan Nagekeo soal bupati belanja mobil dinas baru EB 1 WH senilai Rp 1,5 Miliar.

”Kalau Bupati butuh mobil baru karena mobil lama usianya sudah 13 tahun. Anggota dewan tidak butuh mobil karena memang mereka tidak turun ke lapangan kunjungi rakyat. Pak bupati waktunya hampir 90 persen di lapangan kunjungi masyarakat dengan programnya yang menyentuh sesuai kebutuhan rakyat. Pak bupati dan wakil selalu bersama rakyat,” kata Vera kepada EXPONTT.COM Minggu 23 Mei 2021 yang dihubungi melalui WA.

Baca juga:  Sempat Terancam Putus Sekolah, Murid MIS di Nagekeo Dapat Beasiswa Yayasan Sieben Aehren Jerman

Seperti diberitakan floresfiles.com, di tengah pandemi virus corona (Covid-19), Pemkab Nagekeo, NTT, justru melakukan pembelian mobil dinas baru senilai Rp 1,5 Miliar untuk Bupati dan Wakil Bupati.

Anggaran fantastis yang bersumber dari dana APBD Kabupaten Nagekeo tahun 2021 itu diperuntukan untuk pembelian 2 unit mobil dinas baru merk Toyota Fortuner.

Baca juga:Gubernur NTT Ancam Tutup Hotel Yang Tak Menyuguhkan Kopi Colol Manggarai

Di sisi lain, sejumlah ruas jalan Kabupaten Nagekeo masih mengalami kerusakan dan belum diperbaiki di tahun anggaran 2020.

Baca juga:  Enam Kafilah MTQ Nagekeo Tiba di Mbay, Wabup Ajak Junjung Sportivitas dan Toleransi

Beberapa proyek fisik yang berhubungan langsung dengan kemaslahatan hidup orang banyak seperti normalisasi kali Aesesa senilai Rp. 1,1 Miliar hingga tunjangan penambahan penghasilan PNS dipangkas.

Baca juga:  MTQ ke-8 Tingkat Kabupaten Nagekeo Digelar di Mbay, Enam Kecamatan Ambil Bagian

Hal itu terjadi lantaran anggaran pembangunan fisik saat ini terkena refocusing untuk penanganan covid-19. Namun pada APBD 2021 Pemerintah Kabupaten Nagekeo justru mengalokasikan dana pengadaan mobil dinas baru tersebut.

Badan Keuangan dan Aset Daerah Kabupaten Nagekeo menyebut total pergeseran yang dilakukan oleh hampir setiap SKPD tahun anggaran 2021 guna penanganan Covid-19 mencapai Rp. 11.266.516.391,00.

Baca juga: Ketua Partai Golkar Nagekeo Tolak Dibelikan Mobil Dinas Baru