EXPONTT.COM, MBAY – Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ) Kabupaten Nagekeo akan menggelar Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-8 tingkat kabupaten pada 29 April hingga 2 Mei 2026. Kecamatan Aesesa ditunjuk sebagai tuan rumah dengan pusat kegiatan berlangsung di halaman Masjid Agung Baiturrahman Mbay.
Ketua LPTQ Nagekeo, Syarifudin Bhanging, mengatakan sebanyak enam kafilah dari enam kecamatan di Kabupaten Nagekeo dipastikan ambil bagian dalam ajang tersebut.
Sementara itu, Ketua Umum Penyelenggara MTQ ke-8, Imanuel Ndun, menyampaikan bahwa seluruh persiapan teknis telah rampung. “Kami berharap kegiatan ini dapat melahirkan qori dan qoriah terbaik yang nantinya dipersiapkan menuju MTQ tingkat Provinsi NTT, yang rencananya juga akan diselenggarakan di Kabupaten Nagekeo,” ujarnya di Mbay Selasa 28 April 2026.
Menurut Ndun, panitia kabupaten yang dipimpin Penjabat Sekretaris Daerah, Drs. Imanuel Ndun, M.Si, telah bersinergi dengan panitia lokal guna memastikan seluruh kebutuhan pelaksanaan terpenuhi. Berbagai aspek yang dipersiapkan meliputi konsumsi, perlengkapan, panggung dan dekorasi, transportasi, sistem suara, hingga akomodasi peserta.
Seluruh seksi kepanitiaan, kata dia, telah menggelar rapat dan mulai bekerja secara bertahap sejak pekan lalu.
Menariknya, acara pembukaan MTQ akan menampilkan Mars MTQ yang dibawakan oleh anak-anak Mudika dan Pemuda GMIT. Hal ini menjadi simbol kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Nagekeo.
“Semua warga masyarakat di Mbay turut bahu-membahu menyukseskan kegiatan ini tanpa sekat suku, agama, dan ras. Ini menjadi bukti bahwa nilai-nilai keagamaan juga berakar kuat pada semangat kemanusiaan dan persaudaraan,” kata Ndun.
Ia berharap, MTQ tidak hanya menjadi ajang religius semata, tetapi juga memperkuat tali silaturahmi antarumat beragama di daerah tersebut.
Sebagai informasi, Musabaqah Tilawatil Qur’an merupakan ajang festival dan lomba membaca, menghafal, serta memahami Al-Qur’an yang rutin digelar di Indonesia, mulai dari tingkat kecamatan hingga nasional.
Beberapa cabang yang dilombakan dalam MTQ antara lain tilawah (seni membaca Al-Qur’an), tahfiz (hafalan Al-Qur’an), tafsir (pemahaman isi Al-Qur’an), syarhil Qur’an (presentasi isi Al-Qur’an), fahmil Qur’an (cerdas cermat), khat (kaligrafi), serta karya tulis ilmiah Al-Qur’an (KTIQ).
MTQ bertujuan untuk memperkuat syiar Islam, meningkatkan kecintaan terhadap Al-Qur’an, serta mengasah kemampuan membaca, menulis, menghafal, dan memahami isi Al-Qur’an, sekaligus menjadi ajang silaturahmi umat Islam.(***).








