Dokter Dari 3 Instansi Autopsi Ulang Brigadir J

Proses penggalian kubur Brigadir J, 27 Juli 2022

EXPONTT.COM –  Pengungkapan kasus kematian Brigadir Yosua alias Brigadir J yang penuh misteri memasuki babak baru. Tim khusus yang dibentuk Kapolri akan segera melakukan autopsi ulang atau ekshumasi jenazah Brigadir Yosua.

Dari lokasi pemakaman, jenazah akan dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sungai Bahar, yang jaraknya dua kilometer dari pemakaman.

Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan, proses otopsi akan dilakukan oleh tim dokter forensik yang terdiri dari Perhimpunan Dokter Forensik Indonesia (PDFI), Rumah Sakit Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, dan Pusdokkes Polri.

Baca juga:Fakta Terbaru Kasus Meninggalnya Brigadir J, Sudah Dapat Ancaman Pembunuhan Sejak Bulan Juni

“Beberapa pihak akan turun langsung memantau proses autopsi ulang. Di antaranya adalah Pusdokkes dan Puslabfor Polri, Komnas HAM, Kompolnas dan pihak keluarga serta pengacara,” Ujar Dedi.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Brigadir Yosua tewas pada Jumat 8 Juli 2022 setelah baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Kadiv Propam Polri non aktif, Irjen Ferdi sambo, di Jalan Duren Tiga Jakarta Selatan.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Namun eristiwa itu baru diungkapkan pada Senin 11 Juli 2022, atau setelah jenazah dimakamkan.

Baca juga:5 Pelaku Penembakan Istri TNI di Semarang Terancam Hukuman 20 Tahun

Pihak keluarga yang menemukan sejumlah kejanggalan dalam kasus itu kemudia meminta autopsi ulang.

Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa mengatakan tim forensik dari TNI siap membantu otopsi ulang jenazah Brigadir Joshua.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Sementara itu, pengamat kepolisian dan Guru Besar LIPI, Hermawan Sulistio menyebut, Kapolri Listyo Sigit Prabowo sudah memberi garansi untuk membuka kasus kematian Brigadir Joshua secara transparan dan terang benderang.

“Semua pihak sebaiknya menahan diri. Beri kesempatan Polri mengungkap misteri di balik kematian. Jangan berasumsi secara berlebihan sehingga mengaburkan kejadian yang sebenarnya,” kata profesor yang biasa disapa Kiki ini.

Baca juga: Ketua Komisi III DPRD NTT Nyatakan Kasus MTN Bank NTT Dinyatkan Selesai Ada Pada Kurator