Tidak Semua Kamu Bersih

Oleh: Fr. M. Yohanes Berchmans, BHK

 

 

Pax Vobiscum para saudaraku ytk. dalam Kristus Tuhan. Setiap manusia siapapun kita, tidak ada yang sempurna. Atau setiap kita tidak ada yang bersih. Sekalipun kita tiap hari mandi, tetap tidak bersih. Sebab, bisa jadi secara jasmani kita bersih, tetapi secara rohani belum tentu kita bersih. Pikiran, hati, mulut, tangan kita belum tentu bersih. Pada hari ini Gereja Katolik merayakan Hari Kamis Putih, Peringatan Perjamuan Tuhan.

Renungan hari ini terinspirasi dari Injil Yohanes 13: 1 – 15, yakni Yesus membasuh kaki murid-murid -Nya. Para saudaraku, ytk. Pada malam itu Yesus tahu waktunya sudah dekat. Ia bangkit dari meja, menanggalkan jubah-Nya, lalu membasuh kaki murid-murid-Nya. Tindakan yang biasanya hanya dilakukan hamba sahaya, justru dilakukan Sang Guru. Mengapa kaki? Karena kaki adalah simbol perjalanan iman, tempat debu, lumpur, dan kotoran menempel. Orang yang sudah mandi tidak perlu dibasuh seluruh tubuhnya, hanya kakinya. Artinya, kita yang telah diselamatkan tetap perlu setiap hari dibersihkan dari debu perjalanan hidup. Namun kita sadar, bukan hanya kaki yang kotor. Mulut kita sering melukai dengan kata-kata. Mata kita sering iri dan dengki. Tangan kita kadang menyakiti, bukan memberkati. Pikiran kita penuh prasangka dan curiga. HATI kita pun bisa menyimpan tipu daya, dendam, dengki, amarah. Karena itu, kita berbisik kepada Yesus:
“Tuhan, jangan hanya kakiku. Basuh juga mulutku, mataku, tanganku, pikiranku, dan hatiku, agar semuanya bersih di hadapan-Mu.”
Yesus membasuh kaki Yudas, tetapi Yudas tetap tidak bersih karena hatinya menolak KASIH. Pesan ini menegaskan: bukan sekadar ritual yang membuat kita suci, melainkan kesediaan HATI untuk dibersihkan oleh kasih-Nya.

Pesan Untuk Kita

Para saudaraku, hari ini Yesus masih membungkuk di hadapan kita, bukan dengan baskom dan handuk, tetapi dengan KASIH yang tak pernah lelah. Ia siap membasuh langkah kita, membersihkan debu dosa, dan menyucikan HATI. Pertanyaannya: apakah kita mau membiarkan-Nya membasuh, bukan hanya kaki, tetapi seluruh hidup kita: PIKIRAN, MULUT, MATA, HATI dan TANGAN kita, hingga benar-benar bersih di hadapan-Nya?

Pertanyaan refleksi

1. Apakah saya sungguh membiarkan Yesus membasuh “kaki” perjalanan iman saya setiap hari, atau saya hanya puas dengan ritual tanpa membuka HATI?
2. Bagian mana dari hidup saya, mulut, mata, tangan, pikiran, atau hati, yang paling membutuhkan pembasuhan KASIH Kristus saat ini?
3. Apakah saya siap untuk bukan hanya menerima pembasuhan, tetapi juga meneladani kerendahan HATI Yesus dalam melayani sesama?

Selamat berefleksi…& Selamat memasuki Tri Hari Suci

Doa Singkat

Tuhan Yesus, Engkau yang rela membasuh kaki murid-murid-Mu, basuhlah juga hidup kami. Bersihkan langkah kami dari debu perjalanan. Sucikan mulut kami dari kata-kata yang melukai, Jernihkan mata kami dari iri dan dengki, Lembutkan tangan kami agar menjadi alat berkat, Tahirkan pikiran kami dari prasangka, Dan basuhlah HATI kami yang penuh tipu daya. Agar seluruh hidup kami benar-benar bersih di hadapan-Mu, dan kami dapat melayani dengan kerendahan HATI seperti Engkau. Amin.