Bocah SD di Kota Kupang Nyaris Diperkosa Penjual Ikan Keliling

ilustrasi / sumber: klikhukum.id

EXPONTT.COM – Bocah berusia 10 tahun yang juga murid kelas IV sekolah dasar di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), nyaris menjadi korban pemerkosaan seorang penjual ikan keliling berinisial NB.

Melansir kompas.com, Kapolres Kupang Kota, Kombes Pol Rishian Krisna mengatakan, peristiwa itu terjadi pada Selasa 23 Agustus 2022 pagi, di dekat lampu lalu lintas yang berada di Kecamatan Kelapa Lima, Kota Kupang.

Mulanya sang ibu berinisial MNT (42) yang saat itu sedang mengurus dua adik korban meminta korban untuk pergi membeli minyak tanah di pangkalan minyak tanah yang tak jauh dari rumah mereka.

Baca juga:Kilas Balik Kasus Pembunuhan Astri dan Lael, Kisah Cinta Segitiga Berakhir Tragis

Saat perjalanan menuju pangkalan minyak tanah korban tiba-tiba dihadang pelaku. “Kemudian pelaku meraba korban,” ungkap Krisna.

Baca juga:  Langgar Kode Etik, Brigpol YM Resmi Dipecat dari Polres Rote Ndao

Melihat keadaan sepi, pelaku kemudian mencoba untuk memerkosa korban. Pelaku juga mengeluarkan pisau yang biasa dipakai saat berjualan dan mengancam korban.

Beruntung, saat itu pelaku lengah sehingga korban bisa lari menyelamatkan diri. Korban yang trauma dan merasa ketakutan kemudian pulang ke rumah dan langsung menceritakan kejadian tersebut ke ibunya.

Baca juga:  Ajak Semua Etnis Bersatu, Christian Widodo Dorong FPK NTT Jadi Motor Harmoni di Kupang

Ibu korban yang mengenal pelaku, sempat mencari pelaku. Begitu bertemu, ibu korban kemudian menumpahkan kemarahannya pada pelaku.

Baca juga:Kronologi Pria di Sumba Timur Cabuli Siswi SMA di Dalam Kelas, Pelaku Sudah Sering Beraksi

Namun, saat itu pelaku memilih kabur. Sang ibu lalu mendatangi Markas Polsek Kelapa Lima untuk membuat laporan polisi.

Kasus itu dilaporkan ke aparat Kepolisian Sektor Kelapa Lima. “Laporan sudah diterima dengan laporan polisi nomor LP/B/172/VIII/2022/Sektor Kelapa Lima,” ujar Kepala Kepolisian Resor Kupang Kota Komisaris Besar Rishian Krisna Selasa 23 Agustus 2022 malam.

Baca juga:  NTT Jadi Tuan Rumah Rumah Hari Lanjut Usia Nasional 2026

Saat polisi datang ke lokasi kejadian, pelaku sudah tak berada di tempat. Korban pun dibawa ke rumah sakit untuk visum et repertum.

“Beruntung korban belum diperkosa, tetapi korban mengalami trauma dan ketakutan yang luar biasa,” ungkap Krisna.

Saat ini, pihaknya masih mencari pelaku untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. “Pelaku masih diburu,” ujar dia.

Baca juga: Sakit Tak Kunjung Sembuh, ASN di Sumba Timur Akhiri Hidup di Pohon Jambu