Keterangan Direktur CV. Perintis, Martinus Beu Tawa Tentang Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Roe-Ratedao-Nebe

Pada tanggal 08 Agustus 2021, Saudara Patrick yang mengaku sebagai Wartawan Voxntt.com mengirim draft berita kepada saya via Whatsapp dengan judul: Diduga Palsukan Surat Sewa Alat, Polisi Diminta Periksa Direktur CV. Perintis. Beberapa menit berselang saya ditelpon untuk minta bertemu.

Saya sangat terbuka dan komunikatif. Dalam pertemuan di teras rumah saya (tempat usaha fotokopi) tersebut, dibicarakan soal pemberitaan yang akan segera dinaikkan tersebut. Sayapun mengatakan saya tidak berhak untuk menghalangi apapun yang menjadi tugas pers, sejauh tidak merugikan publik (pembaca) termasuk saya sendiri.

Akan tetapi, sebenarnya dalam benak saya terus terngiang pertanyaan, mengapa draft pemberitaan sebuah media harus terlebih dahulu dikirim ke saya kalaupun itu adalah sebuah fakta, apalagi saya sendiri bukan bagian dari media tersebut. Namun Saya memaklumi saja, barangkali memang karena saya adalah salah satu pihak yang hendak diberitakan.

Baca juga: Penampakan 2 Oknum TNI Pelaku Penganiayaan Anak di Rote, Pimpinan TNI AD Pastikan Keduanya Ditindak Tegas

Selanjutnya, tidak benar bahwa saya pernah menjanjikan untuk bertemu kembali dan menyampaikan klarifikasi terhadap hal yang menurut saya tidak wajib saya tanggapi.

Draft berita berita tersebut akhirnya benar-benar dijadikan berita pada tanggal 11 Agustus 2021 dengan judul Polisi Diminta Periksa CV. Perintis Terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Sewa Alat Berat.

Sayapun heran mengapa Saudara Patrick begitu tendensius kepada saya dengan berpindah-pindah dari dugaan yang satu ke dugaan yang lainnya. Hal yang sama juga akan memancing dugaan siapa saja yang membaca pemberitaannya, tentang apa motif di balik itu semua.

Pada akhirnya saya perlu menanggapi pemberitaan floresfile.com tanggal 19 Agustus 2021 yang berjudul Tidak Terima Proyek Diberitakan, Oknum Kontraktor di Nagekeo Ancam Wartawan. Diberitakan media tersebut, bahwa saya telah dilaporkan ke Polres Nagekeo karena telah marah-marah, maki-maki dan mengintimidasi Saudara Patrick.

Baca juga:Pemilihan Wali Kota Darwin Australia, Keluarga Besar Amye Un Gelar Doa Bersama

Saya mengakui ada percakapan telpon tanggal 18 Agustus 2021 antara saya dan Saudara Patrick. Begini kejadiannya. Beberapa jam sebelum percakapan tersebut, disaksikan para buruh, Saudara Patrick dan seorang temannya turun ke lokasi pekerjaan CV. Perintis tersebut dan mengambil foto lalu langsung pergi begitu saja.

Merespon kejadian tersebut Saya sontak menelponnya dan mendebat dengan nada sedikit tinggi mengenai kebenaran berita-berita yang menurut saya tidak berimbang. Akan tetapi, saya perlu menyampaikan kepada publik bahwa tidak pernah ada satupun kata umpatan atau cacian yang keluar dari mulut saya. Itu adalah tuduhan yang tidak berdasar dan sekali lagi semata-mata ingin memojokkan, menjebak, menghakimi bahkan mengintimidasi saya dalam bentuk kejahatan verbal. ♦ red