Keterangan Direktur CV. Perintis, Martinus Beu Tawa Tentang Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Roe-Ratedao-Nebe

SEBAGAI Direktur CV. Perintis yang sedang mengerjakan Paket Pekerjaan Peningkatan Jalan Roe – Ratedao – Nebe perlu saya perlu meluruskan beberapa hal terkait pemberitaan beberapa media online akhir-akhir ini yang berujung pada laporan polisi terhadap Saudara Lodofikus Jo alias Aldo.

Rumah saya terbuka untuk dimintai klarifikasi oleh siapapun, apalagi wartawan yang memang tugas utamanya adalah mencari dan memublikasi informasi kepada masyarakat secara edukatif, akurat dan kredibel sesuai dengan Undang-Undang Pers. Sampai saat ini, belum pernah sekalipun saya dihubungi oleh media manapun terkait pekerjaan saya di atas.

Sangat disayangkan bahwa tanpa mengecek terlebih dahulu apa faktanya, Saudara Patrick, Wartawan Voxntt.com langsung menyudutkan Saudara Aldo dan menyebutkan bahwa Dia adalah Direktur CV. Perintis. Mengenai keterlibatan Aldo dalam proyek tersebut saya tegaskan bahwa itu hanya terbatas pada memberikan dukungan seperlunya demi kelancaran pekerjaan, dan semata-mata karena Ia adalah rekan kerja dan Saudara yang sering saling membantu.

Baca juga: Sempat Kabur dan Jadi DPO Polisi, Napi di Kupang Akhirnya Ditangkap

Selanjutnya, perlu diinformasikan bahwa perusahaan saya adalah satu dari sekian banyak badan usaha berbadan hukum di Nagekeo yang sejak lama dan telah berpengalaman luas dalam kemitraan dengan Pemerintah Kabupaten Nagekeo untuk membangun daerah. Perusahaan saya ada sebelum Nagekeo terbentuk dan telah menangani berbagai pekerjaan dengan kinerja baik.

Dapat saya sampaikan pula bahwa lahirnya proyek tersebut merupakan bukti bahwa Pemerintah Daerah dan Dunia Usaha sedang menjalankan perannya masing-masing sesuai ketentuan demi menyiapkan prasaranana jalan yang lebih layak dan sudah lama ditunggu-tunggu, terutama oleh dan untuk Masyarakat Desa Ngegedhawe, Olaia, Labolewa dan Natatoto yang di dalamnya juga berdiam warga transmigrasi dari berbagai wilayah kecamatan di se-Kabupaten Nagekeo.

Soal pemberitaan sebelumnya dari media floresfile.com mengenai penolakan warga terdampak sangat saya sayangkan bahwa terdapat hal-hal dalam pemberitaan tersebut yang tidak sesuai fakta. Karena sebenarnya kesalahpahaman dan miskomunikasi kecil di lapangan telah mampu diselesaikan oleh semua pihak yang merindukan adanya pembangunan, terutama para pengguna jalan.

Baca juga: Bocah SD Dianiaya Oknum Anggota TNI, Jenderal Andika Kirim Tim Kesehatan ke Rote

Terdapat fakta di mana Wartawan Floresfile.com sendiri sama sekali tidak mengenal Bapak Lukas Mai, salah satu warga terdampak, yang telah ditulisnya mengatai-ngatai kontraktor biadab, tidak tau adat, sebagai bentuk protes dan penolakan. Terklarifikasi dan terkonfirmasi bahwa kata-kata tersebut murni rekaan Sang Wartawan a.n. Sefrin. Menurut saya, ini adalah sebuah pelanggaran kode etik jurnalistik.

Adalah sesuatu yang sangat merugikan saya ketika tanpa klarifikasi terlebih dahulu, media langsung mengumbar dugaan di ruang publik akan adanya pemalsuan dokumen dukungan peralatan dari Bapak Sambu Aurelius Ignatius, hal mana Beliau sendiri dengan tegas mengatakan bahwa pemberitaan itu nyata-nyata tidak benar.

Soal pergantian peralatan sejauh disetujui oleh Pejabat pembuat Komitmen dalam rangka optimalisasi pencapaian output kegiatan sesuai dengan mutu, volume dan waktu yang ditetapkan, justru harus didukung, bukan malah dipermasalahkan. Perikatan saya dengan pemilik alat maupun Dinas PUPR tentang sewa-menyewa alat sejauh ini tidak ada persoalan.

 Keterangan Lodofikus Jo (Aldo) halaman berikut