Selanjutnya, kata dia, lembaga-lembaga nonpemerintah pun mengontak dirinya untuk membantu korban bencana Adonara. “Sehingga kita membuka rekening tersendiri lagi. Rekening itu dengan atas nama Bupati Flores Timur.”
“Jadi lembaga nonpemerintah yang ingin berdonasi bagi bencana Adonara bisa disalurkan lewat rekening atas nama Bupati Flotim. Rekening Bupati Flotim itu pembelanjaannya semuanya dilakukan oleh BPBD dan diketahui juga oleh pemberi bantuan.
Saya tegaskan kembali, rekening atas nama Bupati Flotim itu untuk lembaga nonpemerintah yang ingin berdonasi bagi korban bencana Adonara,” tegas dia. Ia juga mengaku awalnya, merasa tidak enak karena rekening itu atas nama Bupati Flotim.
Baca juga: Kesal Ayahnya Dimaki dan Dihina, Pemuda di Kupang Nekat Tikam Tetangganya
“Saya awalnya juga merasa tidak enak nanti orang omong macam-macam. Pasti orang omong yang macam-macam. Tetapi, bagi saya, hal yang terbaik kita terbuka sajalah. Saya pikir tidak ada soal. Toh, nantinya juga diperiksa juga.
Kan pemerintah menggunakan dana pasti juga diperiksa. Apalagi dana bencana ini pasti diperiksalah,” tandas Bupati Flotim. “Tujuan utama sebenarnya bantuan yang didonasikan oleh masyarakat kita harus terbuka dan transparan diberikan kepada para korban,” pungkasnya
♦mediaindonesia.com














