Perempuan di Survei Capres 2024, Ungguli Puan, Risma: Aku Enggak Kepingin

  • Bagikan
calon presiden 2024

EXPONTT.COM – Menurut sejumlah lembaga survey, setidaknya lima nama tokoh perempuan masuk dalam deretan calon presiden atau capres potensial dalam Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024.

Mereka adalah Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri Sosial Tri Rismaharini atau Risma, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Ketua DPR RI Puan Maharani, dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

Dari sejumlah lembaga survei, Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis hasil sigi terbarunya pada bulan Februari lalu berdasarkan surve yang mereka lakukan pada 25 hingga 31 Januari 2021.

Survei melibatkan 1.200 responden dengan metode multistage random sampling, margin of error 2,9 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

Baca juga: Kronologi Warga Semau Ditemukan Gantung Diri, Sempat Hilang Sejak Malam

LSI melakukan simulasi semi terbuka dengan menunjukkan daftar 29 nama dan responden boleh menyebutkan nama lain, dari survei itu muncul lima nama tokoh perempuan.

Sigi menunjukan elektabilitas Tri Rismaharini 5,5 persen; Susi Pudjiastuti 2,3 persen; Khofifah Indar Parawansa 1,8 persen; Sri Mulyani Indrawati 0,5 persen; dan Puan Maharani 0,1 persen.

Lembaga survei lain, Charta Politika juga merilis hasil sigi terbaru pada Maret 2021 berdasarkan survei yang dilakukan pada 20 hingga 24 Maret 2021.

Survei tersebut melibatkan 1.200 responden melalui wawancara telepon. Metode yang digunakan yakni stratified dengan pengacakan sistematis. Charta Politika mengklaim margin of error survei 2,83 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen.

Dalam simulasi 12 nama, ada dua nama tokoh perempuan yang masuk survei, yakni Tri Rismaharini dan Puan Maharani dengan elektabilitas Tri Rismaharini 5,3 persen dan Puan Maharani 1,2 persen.

Baca juga: Korban Badai Seroja di Adonara Ditemukan Setelah 2 Bulan Menghilang

Selain itu, Akar Rumput Strategic Consulting juga melakukan survei dengan melakukan wawancara pada 1.200 responden acak di 34 provinsi pada 26 April hingga 8 Mei 2021. Menggunakan metode survei multistage random sampling, margin of error lebih kurang 2,9 persen dan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.

Hasilnya, elektabilitas Risma berada di angka 3,97 persen. Di bawah Risma ada Puan Maharani dengan 2,48 persen dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa 0,66 persen.

Pengamat komunikasi politik dari Universitas Paramadina Hendri Satrio mengatakan, Khofifah punya peluang kuat dilirik sebagai kandidat paslon menuju Pilpres 2024, lantaran memiliki jaringan Islam perempuan dan punya jaringan kuat tidak hanya di Jawa Timur tetapi juga di seluruh Indonesia.

Peluang Puan Maharani dinilai lebih besar lagi, karena dengan persentase kursi DPR sebesar 22,26 persen, PDIP bisa mengusung calon sendiri.

Baca juga: Di TTU, Tenaga Kesehatan Ditipu Orang Yang Bisa Sembuhkan Semua Penyakit

Meski begitu, peneliti dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Firman Noor, mengatakan posisi PDIP masih cukup dinamis dalam menentukan capres 2024. Menurutnya PDIP tak akan nekat mengusung Puan ketika elektabilitasnya rendah. Firman yakin pada akhirnya PDIP akan mengalah dan memilih calon presiden yang mempunyai elektabilitas tinggi.

Firman mengambil contoh keputusan Megawati dalam pemilihan presiden 2014 yang memilih Jokowi sebagai calon presiden. “Setingkat Megawati saja akhirnya harus mengalah oleh survei elektabilitas. PDIP pasti berhitung,” sebut Firman.

Firman berpendapat, jika PDIP berkukuh memilih Puan, mereka harus mengeluarkan energi yang lebih besar untuk mendongkrak elektabilitas anak Megawati tersebut. “Setidaknya mulai bergerak sejak akhir tahun ini, tentu dengan bantuan partai pendukung.”

Baca juga: Israel Berhasil Singkirkan Covid-19 dan Hidup Normal, Ahli: Ini Rahasianya

Adapun Susi Pudjiastuti menyebut bahwa sistem politik di Indonesia tak memungkinkan dirinya mencalonkan diri sebagai kepala negara secara independen. Biasanya, setiap partai di Republik Indonesia telah mempunyai capres pilihan masing-masing untuk dicalonkan menjadi presiden nantinya.

Susi Pudjiastuti pada April 2020 lalu mengatakan,”Ya tidak bisa. Partainya juga tidak mau, tidak akan suka sama saya. Orang kayak Susi yang lulus SMA bisa jadi menteri itu sudah keajaiban, dan itu karena Pak Jokowi angkat saya.”

Sementara Tri Rismaharini atau Risma menegaskan tidak berminat untuk menjadi calon presiden pada 2024 nanti.

“Aku enggak punya duit, dan aku enggak kepingin,” kata Risma di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Senin, 24 Mei 2021.

Adapun Sri Mulyani belum pernah berbicara seputar kemungkinan menjadi capres di Pilpres 2024.

Baca juga: KPK Kuat di Jaman SBY, Benny K. Harman Pertanyakan Komitmen Pemerintah Berantas Korupsi

Baca juga: PDIP Cabut Dukungan Bupati Alor, Ini Alasanya dan Tanggapan Risma

tempo.co

  • Bagikan