Gubernur NTT Dorong Umat Katolik di SBD Hasilkan Produk Unggulan

Gubernur NTT, Melki Laka Lena saat hadiri peresmian Gereja Katolik St. Paulus Rasul Waihari Paroki St. Yosep Waimarama, Sumba Barat Daya / foto: ist

EXPONTT.COM, KUPANG – Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT), Melki Laka Lena, mengajak setiap unsur Gereja untuk menggerakkan ekonomi umat dalam semangat Ayo Bangun NTT.

Hal tersebut disampaikan Melki Laka Lena saat peresmian dan pemberkatan Gereja Katolik St. Paulus Rasul Waihari Paroki St. Yosep Waimarama, bertempat di Desa Dinjo, Kecamatan Kodi Bangedo, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD), pada Minggu, 29 Juni 2025.

“Melalui program One Village One Product (OVOP) dan Gerakan Beli NTT yang sedang kami kerjakan dengan serius, kami ingin dorong agar setiap desa, paroki, bahkan stasi dan KUB (Komunitas Umat Basis) untuk bisa membuat, mengembangkan dan mempunyai satu produk unggulan,” jelas Gubernur NTT.

Ia menjelaskan juga agar masyarakat desa tidak menjual bahan mentah setiap potensi yang ada di desa / paroki / Stasi, namun dapat diolah terlebih dahulu menjadi bahan setengah jadi atau bahkan produk jadi sehingga memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

“Potensi produk yang kita miliki lebih baik jangan kita jual mentah, tapi ada upaya hilirisasi. Harus kita olah dulu. Kita mesti buat produk-produk kita minimal setengah jadi, atau lebih bagusnya kita hasilkan produk jadi. Contohnya kita punya biji kopi, kita olah dulu jadi bubuk kopi terbaik dan proses sesuai standarnya, itu tentu punya nilai ekonominya lebih tinggi ketika diperjualbelikan,” ucapnya.

Gubernur Melki juga menceritakan beberapa waktu kemarin Ia baru saja meresmikan GG Mart atau toko pangan dari Gereja Masehi Injili Timor untuk memfasilitasi pemasaran berbagai produk UMKM jemaat dan mengikuti kegiatan Lentera Ekonomi Syariah NTT – Road to Festival Ekonomi Syariah Kawasan Timur Indonesia sebagai wadah komunitas pesantren untuk memperkuat ekosistem ekonomi syariah yang inklusif dan kolaboratif berbasis pengembangan produk-produk lokal NTT.

“Saya punya keyakinan kalau berbagai lembaga keagamaan dapat mendorong dan memfasilitasi kegiatan-kegiatan serupa dalam semangat kolaborasi dengan pemerintah daerah, harapan kita untuk mengangkat kualitas berbagai produk-produk UMKM NTT menuju pasar nasional maupun internasional dapat terwujud,” ujarnya.

“Saya juga mengajak Gereja Katolik Weetabula, mari kita terus berkolaborasi untuk Sumba Barat Daya yang Maju, Berkualitas, Berdaya Saing, Demokratis, dan Sejahtera serta NTT Yang Maju, Sehat, Cerdas, Sejahtera dan Berkelanjutan.” Pungkas Melki Laka Lena.

Sementara itu, Pastor Paroki St. Yosep Waimarama, Rm. Vinsensius Cristianto Yanto Tena, Pr, juga mengapresiasi kehadiran Gubernur NTT serta para Donatur juga berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan gedung Gereja ini.

“Di usia tepat 18 tahun Stasi ini, dimana kami memiliki umat sebanyak 1.368 jiwa, kami bangga akan kehadiran Bapak Gubernur NTT, Bapak Uskup, para Donatur serta seluruh pihak yang terlibat dari awal pembangunan hingga peresmian Gereja ini. Bahkan umat Gereja Kristen Sumba (GKS), saudara kami umat Muslim juga ikut berpartisipasi dalam pembangunan Gereja Katolik ini. Dan Gereja ini akan selalu terbuka untuk kasih, kebaikan dan kedamaian bagi seluruh umat beragama lainnya,” ucap Pastor Paroki, Rm. Vinsen.

Uskup Weetabula , Mgr. Edmundus Woga, CSsR pada kesempatan yang sama mengajak setiap umat untuk dapat menjaga dan merawat gedung Gereja Katolik St. Paulus Rasul Waihari dengan baik serta bertanggung jawab atas kebersihan Gereja tersebut.

“Saya mengingatkan kepada umat sekalian untuk kita rawat Gereja ini dengan baik. Pembangunan Gereja ini melalui proses yang panjang dengan kontribusi dari berbagai pihak, sehingga menjadi tanggung jawab kita untuk merawat, menjaga kebersihan dan keindahan Gereja ini sebagai wujud nyata iman dan cinta kasih kita terhadap tempat ibadah ini. Tempat kita memuliakan Tuhan.” Jelasnya.(*)