EXPONTT.COM, KUPANG – Selama 24 tahun sejak Kabupaten Nagekeo terbentuk, warga Kampung Nunudhele dan Kampung Nangakapa di Kelurahan Nangaroro, Kecamatan Nangaroro, belum menikmati fasilitas dasar seperti penerangan listrik, akses jalan yang memadai, dan air bersih.
Sebanyak 21 kepala keluarga yang bermukim di dua kampung tua tersebut hingga kini masih hidup dalam keterbatasan. Penerangan masih mengandalkan lampu minyak, sementara untuk air warga harus berjalan jauh menyusuri sumber mata air.
Salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya menyampaikan bahwa para wakil rakyat pernah datang membawa janji pembangunan.
“Katanya mau usahakan air, listrik, dan jalan. Tapi sampai sekarang belum ada yang kami lihat,” ujarnya, Jumat (28/11/2025).
Menurut warga, dua anggota DPRD Nagekeo — masing-masing dari Fraksi NasDem dan Perindo — disebut memperoleh suara signifikan dari masyarakat dua kampung itu pada Pemilu lalu dan pernah menyampaikan komitmen serupa.
“Termasuk Pak Elias Cima, dapat suara banyak di sini, janjinya sama. Tapi belum kelihatan tanda-tanda,” tambah warga.
Dewan Beralasan Keterbatasan Anggaran
Anggota DPRD Nagekeo dari Fraksi NasDem, Antonius Sukadame Wangge, yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut membenarkan bahwa tiga kebutuhan dasar itu sudah masuk dalam upaya perjuangannya di DPRD, terutama saat dirinya berada di Komisi II.
Namun, ia menyebut keterbatasan fiskal menjadi kendala utama realisasi pembangunan tahun ini.
“Kita sudah usahakan di DPR, tapi anggaran dipangkas dari pusat, jadi belum bisa terealisasi tahun ini,” kata Antonius.
Meski demikian, ia memastikan bahwa komunikasi dengan pihak PLN telah dilakukan untuk menyambungkan jaringan listrik ke dua kampung tersebut.
“PLN wilayah barat di Labuan Bajo sudah rencanakan pemasangan jaringan ke atas. Untuk air minum rencananya pakai sumur bor, tinggal penentuan titik oleh Dinas PUPR,” ujarnya.
Antonius juga mengaku sudah menyampaikan langsung kebutuhan tersebut kepada Kepala Dinas PUPR Kabupaten Nagekeo.
Harapan Warga
Masyarakat Nunudhele dan Nangakapa berharap berbagai rencana itu tidak berhenti di atas kertas. Mereka meminta pemerintah segera memberikan perhatian, karena kebutuhan air bersih, listrik, dan jalan merupakan hak dasar warga negara.
“Kami hanya ingin hidup layak seperti warga di kampung lain,” kata seorang warga menutup percakapan.(***)








