EXPONTT.COM, MBAY – Sosok muda berseragam loreng tampil di panggung Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) ke-8 tingkat Kabupaten Nagekeo. Dialah Serda Aziz Fajar Efendi (22), peserta cabang Musabaqah Hifzil Qur’an (MHQ) 10 juz dari Kafilah Kecamatan Aesesa.
Aziz tampil pada babak penyisihan, Rabu, 30 April 2026, di Mbay. Sehari-hari, ia bertugas di Batalion 834 Mbay sejak Juni 2025. Di tengah ritme tugas sebagai prajurit, Aziz tetap menjaga komitmennya terhadap Al-Qur’an.
Perjalanan Aziz di dunia MTQ bukan hal baru. Ia mulai aktif mengikuti perlombaan sejak 2024, saat masih menempuh pendidikan tingkat SLTA. Bahkan, kecintaannya pada Al-Qur’an telah tumbuh sejak usia lima tahun, ketika pertama kali belajar mengaji.
Sebelum tampil di tingkat kabupaten, Aziz lebih dulu menorehkan prestasi di tingkat Kecamatan Aesesa. Ia keluar sebagai juara pertama pada cabang MHQ, yang mengantarkannya mewakili kecamatan di ajang MTQ kali ini.
Dalam wawancara dengan media ExpoNTT, Aziz menegaskan tekadnya untuk memberikan yang terbaik, terlebih sebagai bagian dari kafilah tuan rumah.
“Sebagai tuan rumah, saya akan berjuang sungguh-sungguh untuk memperoleh hasil maksimal, insya Allah,” ujarnya.
Ia juga mengaku keikutsertaannya dalam MTQ menjadi energi baru untuk terus mendekatkan diri pada Al-Qur’an, meski di sela-sela kesibukan sebagai abdi negara.
“Dengan mengikuti MTQ, saya kembali bersemangat untuk mengaji. Jika nanti meraih juara dan mewakili Kabupaten Nagekeo di tingkat provinsi, saya ingin lebih istiqomah dalam muroja’ah Al-Qur’an, agar bisa melangkah hingga tingkat nasional,” katanya.
Tekad Aziz menjadi potret bahwa pengabdian kepada negara dan kecintaan terhadap nilai-nilai keagamaan dapat berjalan beriringan—menguatkan, bukan saling meniadakan.(***)








